Menurut Serat Walisana, Dikisahkan bahwa Raden Ali Murtadho, Raden Rahmat, dan Raden Alim pernah mampir di Palembang bertemu dengan Arya Damar.
Diketahui bahwa istri Arya Damar bernama Retna Subanci, merupakan putri asal Tiongkok bekas istri yang telah mengandung dari Sri Brawijaya Majapahit yang dipasrahkan kepada Arya Damar.
Sang Putri melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Raden Praba.
Lalu, Raden Ali Murtadho menamai Raden Fatah. Raden Rahmat menamai Raden Hasan. Dan Raden Alim menamai Raden Yusuf.
Menurut Buku Asal Usul Raja-Raja Palembang & Hikayat Nahkoda Asyiq Dalam Naskah Kuno[2]
Silsilah Sultan Demak : Maulana/h/ Ibrahim, beranakkan Sesuhunan Mahdum Ampel Denta, beranakkan Nyai Gede Meloko, beranakkan istri Panembahan Palembang, beranakkan Sultan Demak.
Siapa Panembahan Palembang yang menjadi ayah kandung Raden Fatah? Tidak disebutkan dalam buku itu, namun yang pasti Buku tersebut tidak mencantumkannya sebagai anak angkat atau anak asuh atau anak dari suami sebelumnya. Artinya klaim bahwa Raden Fatah anak kandung dari Bhre Kertabhumi terbantahkan. Raden Fatah pun sampai mati tidak mau menggunakan gelar Bhre atau gelar hadiah ataupun gelar lain dari keturunan langsung Raja Majapahit. [3]
Lalu siapa atau darimana asal Panembahan Palembang ayah kandung Raden Fatah? Berdasarkan Sulalatus Salatin, versi A. Samad Ahmad (2), hal 36 "Demang Mangku Raja dititahkan Seri Teri Buana pulang ke Palembang menjadi kerajaan di hulu. Kata sahibul hikayat ialah asal raja Palembang yang ada sekarang ini", Sulalatus Salatin ditulis sekitar abad ke 15-16 (Sumber Primer sezaman), artinya ayah kandung Raden Fatah adalah keturunan Demang Mangku Raja.
Siapa Demang Mangku Raja? Saudara nya Demang Lebar Daun keturunan raja Sriwijaya sebelum invansi Suran menurut Sulalatus Salatin, hal 9, 10 dan 19 (2).
Hal-hal tersebut juga menyanggah sekaligus 2 asumsi bahwa ayah angkat dan penguasa Palembang adalah Arya Damar, anak Brawijaya, yang dicocoklogi dengan nama Ariodillah (Ariodillah adalah hipotesis nama ayah kandung Raden Fatah berdasarkan hikayat lokal, tidak ada makam dan nama jalan Arya Damar di Palembang, adanya Ariodillah). Lagi pula, beda zaman yang cukup jauh, Arya Damar sezaman dengan Gajahmada sewaktu mereka berdua katanya menyerang Bali 1343 M, sementara kelahiran Raden Fatah 1455, selisih 112 tahun belum lagi umur Arya Damar saat itu.
Cocoklogi Arya Damar versi 1 terbantahkan, maka dimunculkan Cocoklogi Arya Damar versi 2, bahwa ada nama Arya Damar lain di zaman itu, tapi tidak ditemukan bukti pernah ke Palembang, Istrinya raksasa wanita dan bukan keturunan negeri seberang.