Sejak 2020, macan tutul sri lanka dinilai sebagai spesies rentan pada Daftar Merah IUCN, karena populasinya diperkirakan berjumlah kurang dari 800 ekor macan dewasa, dan barangkali sedang menurun.
Sebaran dan habitat
Macan tutul sri lanka masih ditemukan di semua habitat di seluruh pulau, baik di kawasan yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.[3] Jenis-jenis habitat ini dapat dikelompokkan secara luas menjadi:[4]
Zona arid dengan curah hujan <1.000mm (39in)
Zona kering dengan curah hujan 1.000–2.000mm (39–79in)
Zona basah dengan curah hujan >2.000mm (79in)
Pada perbukitan tengah Sri Lanka, macan tutul teha diamati di hutan, tempat pengolahan teh, lahan rumput, halaman rumah, serta perkembunan pinus dan eukaliptus.[5]
Referensi
↑Kittle, A.M. & Watson, A. (2020). "Panthera pardus ssp.kotiya": e.T15959A50660847.
↑Deraniyagala, P. E. P. (1956). "The Ceylon leopard, a distinct subspecies". Spolia Zeylanica. 28: 115–116.
↑Kittle, A.M.; Watson, A.; Cushman, S.A.; Macdonald, D.W. (2018). "Forest cover and level of protection influence the island-wide distribution of an apex carnivore and umbrella species, the Sri Lankan leopard (Panthera pardus kotiya)". Biodiversity & Conservation. 27 (1): 235–263. Bibcode:2018BiCon..27..235K. doi:10.1007/s10531-017-1431-8. S2CID22699049.
↑Phillips, W. W. A. (1984). Manual of the mammals of Sri Lanka. Vol.Part III (Edisi Second revised). Colombo: Wildlife and Nature Protection Society of Sri Lanka.
↑Kittle, A. M.; Watson, A. C.; Chanaka Kumara, P. H.; Nimalka Sanjeewani, H. K. (2014). "Status and distribution of the leopard in the central hills of Sri Lanka". Cat News. 56: 28−31.