Peta sebagian wilayah Pantai Timur Laut Jawa, dibuat pada antara 1690 dan 1743. Selain yang digmbarkan di peta, wilayah Pantai Timur Laut Jawa juga mencakup Pulau Madura, Tapal Kuda Timur, dan Tegal sekitarnya.
Kegubernuran ini dibubarkan pada 1 September 1808 oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.
Sejarah
Pada Oktober 1705, Sunan MataramPakubuwana I dan VOC menandatangani sebuah perjanjian baru. Perjanjian tersebut menghapus semua utang Mataram sebelum tahun 1705, dan sebagai gantinya VOC diberikan hak monopoli dalam perdangangan dan konsesi di Jawa. Salah satu konsesi ini adalah Madura Timur (Pamekasan dan Sumenep). Perjanjian tersebut juga menegaskan kekuasaan VOC atas Semarang.[2]
Selama Perang Jawa berlangsung dari tahun 1741 hingga 1743, penerus Pakubuwana I, Pakubuwana II menjanjikan kepada VOC bahwa jika takhtanya dapat dipulihkan kembali (setelah dijatuhkan oleh Pangeran Cakraningrat IV dari Madura dalam penyerbuan ke Keraton Kartasura) ia akan memberikan wilayah pesisir utara Jawa tengah dan timur kepada VOC. VOC menerima tawaran itu dan setelah perang berakhir, Pakubuwana II memberikan wilayah Madura Barat (Bangkalan), Surabaya, Rembang, Jepara, dan Ujung Timur. Selanjutnya, VOC juga diberikan kebebasan untuk mengambil daerah-daerah yang sempit di sepanjang wilayah pesisir dan semua sungai yang mengalir ke laut.[3]
Namun, Gubernur JenderalGustaaf Willem van Imhoff (m. 1743-1750) menginginkan lebih dari yang dijanjikan, yaitu daerah-daerah pesisir yang belum diserahkan dan daerah pedalaman yang dikuasai Mataram. Baginya, daerah ini merupakan sumber kekayaan potensial. Van Imhoff mengusulkan ini kepada Pakubuwana II sebagai cara untuk memecahkan masalah ketidakmampuan kerajaan memerintah wilayah pesisir. Awalnya Pakubuwana II ragu, tetapi setelah terus didesak oleh Van Imhoff ia terpaksa menyerah dan menyewakan wilayah tersebut sebesar 20.000 real tanpa konsultasi dengan para pembesar keraton. Masalah ini melatarbelakangi terjadinya Perang Takhta Jawa Ketiga.[4]
Gubernur
Kegubernuran VOC di pantai timur laut Jawa diperintah oleh Gubernur Direktur (bahasa Belanda:Gouverneur en Directeur van Java's Noordoostkustcode: nl is deprecated ). Berikut ini adalah daftar Gubernur Direktur Pantai Timur Laut Jawa dimulai pada 1780 hingga 1808.[5]
Ricklefs, Merle Calvin (1991). Sejarah Indonesia Modern. Diterjemahkan oleh Hardjowidjono, Dharmono. Yogyakarta: UGM Press. ISBN9789794201879. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)