Keresidenan Jepara dibentuk pada tahun 1817, dan bertahan hingga tahun 1901, ketika keresidenan ini dimasukkan sebagai afdeling di bawah Keresidenan Semarang. Pada tahun 1928, Afdeling Jepara dipisahkan dari Keresidenan Semarang untuk membentuk Keresidenan Kudus, yang bertahan selama 3 tahun. Setelah itu, Keresidenan Kudus digabungkan dengan Keresidenan Rembang bagian barat untuk membentuk Keresidenan Jepara-Rembang, yang meliputi Jepara, Rembang, Pati, Blora, dan Kudus.[2] Keresidenan ini merupakan salah satu keresidenan pengahasil rokok.
Residen
Berikut adalah daftar residen yang pernah memerintah Jepara.
↑Ashadi (2006). Warisan Walisongo: Telaah Kritis atas "Cinanisasi" dalam Proses Islamisasi di Jawa Melalui Penelusuran Sejarah dan Transformasi Arsitektural: Dilengkapi dengan Gambar-Gambar Kuno. Lorong Semesta. hlm.74.
↑Moehadi; Pratitis, Titi; Mulyono; Priyanto, Supriyo; Galba, Sindu (1988). Dampak Modernisasi Terhadap Hubungan Kekerabatan di Daerah Jawa Tengah. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.13. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)