Pantai Indah Kapuk atau biasa disingkat menjadi PIK 1 (awalnya Pantai Indah Kapuk Waterfront City), adalah sebuah kawasan terencana yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara dan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.[1]Pantai Indah Kapuk merupakan inisiasi dari Ciputra, setelah keberhasilannya bersama PT Pembangunan Jaya dalam proyek reklamasi di pesisir utara Jakarta yang kemudian menjadi kawasan Ancol, sebuah kawasan rekreasi dan wisata yang sukses, pada tahun 1992.
Kawasan PIK 1 terdiri dari kawasan daratan dan dua pulau reklamasi dengan nama Golf Island dan Eboney Island. Walaupun sebagian besar berupa perumahan, PIK 1 juga memiliki pertokoan di jalan utamanya, seperti di Jl. Pantai Indah Utara, Jl. Pantai Indah Selatan, dan Jl. Marina Indah. The Cordoba dan Crown Golf di Jl. Marina Indah terkenal akan restoran dan kafenya.[2] PIK dapat diakses dari Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Barat, serta dari Pluit dan Muara Karang.
Sejarah
Sebuah jembatan yang menghubungkan pulau reklamasi dengan daratan utama
Tanah PIK secara historis dulunya merupakan bagian dari particuliere landerij atau tanah partikelir Kapoek. Tanah ini dimiliki oleh Tan Eng Goan, Mayor Cina Pertama Batavia (1802 - 1872), dan kemudian dibeli oleh penerusnya (tidak memiliki hubungan keluarga), Mayor Cina ke-2 Tan Tjoen Tiat (1816 - 1880).[3]
Pada awal abad ke-20, kawasan ini menjadi bagian dari tanah milik N.V. Landbouw Maatschappij Tan Tiang Po, sebuah perusahaan perkebunan milik menantu Mayor Tan Eng Goan, Letnan Cina Tan Tiang Po dan putranya, Tan Liok Tiauw, para tuan tanah Batoe-Tjepper (Batuceper).[4][5]
Pada tahun 1988, pengembang properti Ciputra, yang didukung oleh orang terkaya di Indonesia saat itu Sudono Salim, memperoleh kawasan ini dan membangun perumahan modern Pantai Indah Kapuk, yang diarahkan sebagai kawasan elit dengan komunitas berpagar.[6] Kini, kawasan ini dimiliki oleh PT Agung Sedaya milik Sugianto Kusuma dan PT Tunas Mekar Jaya milik Harris Then.[7]
Isu lingkungan
Proyek Pantai Indah Kapuk di Jakarta dikritik karena berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, serta tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan berita di suatu koran, kompleks perumahan seluas 1.160 hektar ini telah lama menuai kontroversi sejak dibangun pada tahun 1989 di sebuah lahan yang sebelumnya merupakan hutan mangrove dan rawa. Namun konstruksi proyek ini disetujui oleh Menteri Kehutanan saat itu, Hasjrul Harahap dan Gubernur Jakarta, Wiyogo Atmodarminto. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 1985-2005, lokasi PIK awalnya merupakan ruang terbuka hijau, tetapi kemudian diganti menjadi area perumahan pada tahun 1995.[8]
Pembangunan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) mulai menuai perhatian publik sejak awal proyek pada tahun 1992, terutama terkait isu-isu lingkungan. Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup saat itu, Emil Salim, menyampaikan keberatan melalui surat resmi bernomor B-655/Men.KLH./3/1992 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.[9]
Surat tersebut menyatakan bahwa izin pengembangan yang diberikan kepada PT Mandara Permai—pengembang utama PIK—telah diterbitkan tanpa melalui proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya menjadi syarat utama. Pemerintah pusat menilai bahwa pembangunan di kawasan tersebut berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan, termasuk rusaknya kawasan hutan, terganggunya habitat satwa liar, kekeringan saat musim kemarau, dan banjir saat musim hujan.[9]
Terlepas dari kritik dan protes tersebut, proyek Pantai Indah Kapuk tetap dilanjutkan oleh Agung Sedayu dan Grup Salim, setelah terhambat di tahun 1997 dan 2002.[9]
Perumahan
Bukit Golf Mediterrania, Pantai Indah Kapuk.
Wilayah daratan
Gold Coast Aparrtment
Bukit Golf Mediterania (BGM)
Taman Resort Mediterania
Trimaran Indah
Katamaran Permai
Layar Permai
Pinisi Permai
Pinisi Indah
Mayang Permai
Garden House
Elang Laut
Crown Golf
Lotus Palace
Mediterania Boulevard
Camar Permai
Camar Indah
Camar Elok
Walet Permai
Walet Indah
Walet Elok
Manyar Permai
Grisenda
Golf Island
Orchestra Beach
Piano
Serenade
Violin
Symphony
Melody Golf
Harmony Golf
Mozart Signature
Chopin Signature
Fasilitas
Kawasan Perkantoran
Tzu Chi Center, menempati area seluas 10 hektar, berisi Sekolah Tzu Chi School, Studio DAAI TV Indonesia, Tzu Chi Learning Center, dan Jing Si Books & Café.
Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk - Taman Wisata Alam Angke Kapuk adalah sebuah taman mangrove milik PT. Murindra Karya Lestari. Taman ini memiliki luas sekitar 100 hektar. Berlokasi di dalam kawasan daratan PIK 1, sekitar 3 kilometer dari Suaka Margasatwa Muara Angke. Taman ini dibuka pada tahun 2010. Taman ini juga dikembangkan sebagai fasilitas pengamatan burung. Burung yang dapat dijumpai di sini antara lain pecuk-ular asia, kowak-malam abu, kuntul besar, dsb. Ular, biawak, dan monyet juga dapat ditemukan di sini.[12]
↑Dieleman, M. New town development in Indonesia: Renegotiating, shaping and replacing institutions. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. Vol. 167, no. 1 pp.60–85, 2011.