Nama Bintaro diambil dari nama Kelurahan Bintaro, yang juga mengambil nama tanaman Bintaro (Cerbera manghas), sedangkan Jaya berasal dari nama pengembangnya, yakni PT Pembangunan Jaya yang merupakan perusahaan konglomerasi yang berkongsi dengan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta).
Sejak pengembangan kawasan Serpong, Pondok Aren dan Jombang di tahun 1990an, Bintaro Jaya menjadi bagian dari kawasan perumahan dan kawasan serbaguna yang berdekatan dan telah berhasil dikembangkan di wilayah Tangerang Raya seperti BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong.
Hal tersebut juga didukung dengan pembangunan akses-akses langsung ke daerah-daerah tersebut, seperti akses langsung ke Alam Sutera (bersebelahan) dan Jl. Raya Serpong serta melalui Jl. Raya Setu menuju BSD City.
Sejarah
Bintaro Jaya dikembangkan sejak tahun 1979 oleh PT Jaya Real Property Tbk, salah satu anak perusahaan PT Pembangunan Jaya yang sahamnya berkongsi dengan Pemprov DKI Jakarta. Jaya Property selama lebih dari seperempat abad telah dikenal sebagai salah satu perusahaan realestat di ibu kota. PT Pembangunan Jaya melakukan pembangunan dan manajemen proyek perumahan dan properti, antara lain adalah Puri Jaya, Plaza Bintaro Jaya, Plaza Slipi Jaya, dan Pusat Perdagangan Senen blok IV–V. PT Jaya Real Property Tbk telah terdaftar pada Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1994.[1]
Bintaro Jaya sebagai proyek pengembangan perusahaan PT Jaya Real Property Tbk adalah yang pertama yang memperkenalkan konsep "kota taman" di Indonesia. Dua puluh enam tahun kemudian, Bintaro Jaya memakai slogan "The Professional's City" untuk mencerminkan strategi pemasarannya sebagai hunian pilihan bagi kaum intelektual dan profesional Jakarta. Fasilitas pendukung seperti sekolah, perniagaan, kesehatan, dan perumahan dengan lingkungan fisik dan sosial yang dirancang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan penghuninya akan hunian yang nyaman untuk ditinggali.
Sektor dan Distrik
Seiring berjalannya konsep baru, maka wilayah terbaru tidak menggunakan sistem sektor, tetapi dengan menggunakan sistem distrik.[2]
1
2
3
3A
4
5
6 (Cove River Park)
7 (CBD, Cikini)
8 (River Park)
9
Secara umum, pengembangan dan distrik Bintaro Jaya seringkali dianggap sebagai bagian dari Sektor 9, meski hal tersebut kurang tepat.
Sektor
Kota mandiri ini awalnya dibagi menjadi 9 sektor. Sektor 1 dari kota mandiri terletak di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sedangkan sektor 2 hingga 9 berlokasi di Kecamatan Pondok Aren dan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kawasan pusat bisnis Bintaro Jaya terletak di Sektor 7, menampung perkantoran, mal, apartemen, dan ruko ritel.
Mayoritas dari cluster-cluster didalam sektor-sektor ini dinamai berdasarkan burung, seperti Manyar, Mandar atau Maleo.
Administratif Kecamatan didalam sektor Bintaro Jaya
Dalam perluasannya, distrik-distrik ditambahkan seiring transisi pengembang ke pengembangan perumahan yang lebih berbasis klaster. Beberapa kecamatan diberi nama berdasarkan dari wilayah di Jakarta (Menteng, Senayan, Kebayoran), tetapi seluruhnya berada di Kota Tangerang Selatan, Banten.
Kawasan perumahan yang satu-satunya menjadi pengembangan dari Bintaro Jaya, adalah perumahan Graha Raya atau juga sering disebut Graha Bintaro. Perumahan ini pada awalnya dibangun oleh PT Panca Muara Jaya milik kelompok usaha Kalbe dengan nama Kebayoran Regency pada tahun 1990-an.
Perumahan ini pada akhirnya diambil alih oleh pengembang PT Jaya Real Property Tbk dan diintegrasikan dengan Bintaro Jaya, sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut.[3]
Administratif Kecamatan di pengembangan Bintaro Jaya
↑Menurut Undang-Undang no. 38 tahun 2004 tentang Jalan, jalan primer di kompleks Bintaro Jaya dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan serta Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.