Pandion I merupakan raja Athena kelima dalam garis suksesi tradisional seperti yang diberikan oleh Kronik Parian abad ke-3, kronografer Kastor dari Rodos (mungkin dari Eratosthenes abad ke-3) dan Bibliotheke.[3] Ia didahului oleh Kekrops, Kranaos, Amphiktyon, dan Erikhthonios, dan dignatikan oleh Erechtheus, Kekrops II, dan Pandion II. Kastor menjadikan Pandion I putra Erikhthonios (sumber terawal untuk ini)[4] dan mengatakan bahwa ia bertakhta selama empat puluh tahun (1437/6–1397/6 SM).[5] Mungkin baik Pandion I atau Pandion II diciptakan untuk mengisi celah sejarah mitos Athena.[6]
Menurut Bibliotheke, Pandion bertempur dengan Labdakos, raja Thiva, melewati batas-batas, dan menikahi putrinya Procne dengan Tereus sebagai imbalan pertolongan dalam pertempuran tersebut,[7] dan pada masa peemrintahannya bahwa dewa-dewa Demeter dan Dionisos datang ke Attika.[8] Setelah kematiannya, kerajaan Athena jatuh ke tangan putranya, Erechtheus, sementara Butes menerima imamat Athena dan "Erechtheus Poseidon" (di Athena, Erechtheus adalah gelar kultus Poseidon).[9] Ia konon meninggal karena sedih saat mengetahui bahwa putrinya, Procne dan Philomela, telah tiada.[10]
Baik Pandion I atau Pandion II biasanya dikenali dengan Pandion, pahlawan eponimus suku Attik Pandionis.
Pausanias, Pausanias Description of Greece with an English Translation by W.H.S. Jones, Litt.D., and H.A. Ormerod, M.A., in 4 Volumes. Cambridge, MA, Harvard University Press; London, William Heinemann Ltd. 1918. Online version at the Perseus Digital Library.
Thucydides, Thucydides translated into English; with introduction, marginal analysis, notes, and indices. Volume 1., Benjamin Jowett. translator. Oxford. Clarendon Press. 1881. Online version at the Perseus Digital Library.