Keluarga Kekaisaran Jepang secara tradisional mendukung perhimpunan tersebut, dengan Permaisuri sebagai Presiden Kehormatan dan anggota keluarga kekaisaran lain sebagai wakil presiden. Markas besarnya terletak di Tokyo, dan cabang-cabang lokal dibentuk di seluruh 47 prefektur. 9.610.000 orang dan 120.000 anggota korporat masuk perhimpunan tersebut, yang mengoperasikan 92 rumah sakit Palang Merah dan 79 bank darah di seluruh belahan negara tersebut.[1] Palang Merah Jepang melakukan kegiatan pemulihan kala bencana besar terjadi. Gempa bumi besar yang seringkali terjadi di Jepang (seperti gempa bumi Kantō Besar 1923, gempa bumi Hanshin Besar 1995, dan gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011) adalah ranah kerja untuk perhimpunan tersebut.