Wangsa Kekaisaran Jepang (皇室code: ja is deprecated , kōshitsu, artinya "Wangsa Kekaisaran"), yang juga disebut sebagai Keluarga Kekaisaran dan dinasti Yamato, terdiri dari para anggota keluarga dekat Kaisar Jepang yang memerintah yang memegang tugas-tugas resmi dan publik. Di bawah Konstitusi Jepang saat ini, Kaisar merupakan "simbol negara dan persatuan rakyat". Anggota keluarga kekaisaran lainnya memegang tugas-tugas seremonial dan sosial, tetapi tidak memiliki peran dalam urusan pemerintah. Tugas-tugas sebagai Kaisar diturunkan kepada anak-anak mereka dan seterusnya.
MonarkiJepang adalah monarki warisan tertua yang masih berlanjut di dunia. Wangsa kekaisaran tersebut mengakui 125 penguasa monarki yang bermula dengan Kaisar Jimmu legendaris (secara tradisional bermula pada 11 Februari 660 SM) dan berlanjut sampai kaisar saat ini, Naruhito; lahir silsilah keluarganya.
Bukti sejarah untuk 25 kaisar pertama dianggap terbatas bagi standar modern, tetapi terdapat buksi kuat untuk garis warisan sejak Kaisar Keitai yang naik takhta pada 1500 tahun yang lalu.
Pohon silsilah keluarga kekaisaran Jepang per Januari 2026Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako bersama beberapa anggota keluarga kekaisaran lainnya, 2021Para anggota keluarga kekaisaran menunjukkan diri mereka kepada masyarakat umum selama perayaan penobatan kaisar baru. Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko tidak hadir (4 Mei 2019).
Kaisar (天皇code: ja is deprecated , tennō) adalah kepala dari keluarga kekaisaran Jepang.
Pasal 5 dari Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran menetapkan anggota Keluarga Kekaisaran sebagai Permaisuri; ibu suri agung; ibu suri; putra sah dan cucu sah Kaisar dari garis keturunan laki-laki sah, beserta istri mereka; putri sah Kaisar yang belum menikah dan cucu perempuan sah Kaisar yang belum menikah dari garis keturunan laki-laki sah; keturunan laki-laki sah Kaisar lainnya pada generasi ketiga dan setelahnya dari garis keturunan laki-laki sah beserta istri mereka; serta keturunan perempuan sah Kaisar lainnya yang belum menikah pada generasi ketiga dan setelahnya dari garis keturunan laki-laki sah.[2]
Dalam bahasa Inggris, shinnō (親王code: ja is deprecated ) dan ō (王code: ja is deprecated ) keduanya diterjemahkan sebagai "pangeran", begitu pula shinnōhi (親王妃code: ja is deprecated ), naishinnō (内親王code: ja is deprecated ), ōhi (王妃code: ja is deprecated ), dan joō (女王code: ja is deprecated ) sebagai "putri".
Setelah penghapusan 11 cabang keluarga sekunder dari rumah tangga kekaisaran pada Oktober 1947, keanggotaan resmi keluarga kekaisaran secara efektif telah dibatasi bagi keturunan laki-laki dari Kaisar Taishō, tidak termasuk perempuan yang menikah dengan orang di luar keluarga kekaisaran beserta keturunan mereka.[3]
Saat ini terdapat 16 anggota keluarga kekaisaran:
Kaisar Naruhito, putra sulung dan anak pertama dari Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko, lahir di Rumah Sakit Rumah Tangga Kekaisaran di Tokyo pada 23 Februari 1960. Ia menjadi putra mahkota setelah ayahnya naik takhta. Putra Mahkota Naruhito menikah dengan Masako Owada pada 9 Juni 1993. Ia naik ke Takhta Krisantemum dan menjadi kaisar ke-126 menyusul turun takhtanya sang ayah pada 1 Mai 2019.[4]
Permaisuri Masako lahir pada 9 Desember 1963, putri dari Hisashi Owada, mantan wakil menteri luar negeri dan mantan perwakilan tetap Jepang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menjadi permaisuri setelah suaminya naik takhta pada 1 Mei 2019.[4]
Aiko, Putri Toshi lahir pada 1 Desember 2001, dan merupakan anak tunggal dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako.
Kaisar Emeritus Akihito lahir di Istana Kekaisaran Tokyo pada 23 Desember 1933, putra sulung dan anak kelima dari Kaisar Shōwa dan Permaisuri Kōjun. Ia menikah dengan Michiko Shōda pada 10 April 1959. Ketika ayahnya wafat pada 7 Januari 1989, Akihito menjadi kaisar Jepang. Ia turun takhta pada 30 April 2019, dan digantikan oleh putra sulungnya, Naruhito, pada 1 Mei 2019.[5]
Fumihito, Putra Mahkota Akishino adalah putra kedua Kaisar Emeritus, adik laki-laki Kaisar, dan pewaris sementara saat ini. Ia lahir pada 30 November 1965 di Rumah Sakit Rumah Tangga Kekaisaran di Tokyo. Gelar masa kecilnya adalah Pangeran Aya. Ia menerima gelar Pangeran Akishino dan izin untuk mendirikan cabang baru Keluarga Kekaisaran setelah pernikahannya dengan Kiko Kawashima pada 29 Juni 1990.[6]
Kiko, Putri Mahkota Akishino lahir pada 11 September 1966, putri dari Tatsuhiko Kawashima, profesor ekonomi di Universitas Gakushuin.[6] Putra Mahkota dan Putri Mahkota Akishino memiliki dua putri (salah satunya tetap menjadi anggota Keluarga Kekaisaran) dan seorang putra:
Pangeran Hisahito dari Akishino (lahir 6 September 2006), laki-laki pertama yang lahir dalam Rumah Tangga Kekaisaran sejak kelahiran ayahnya 41 tahun sebelumnya.
Masahito, Pangeran Hitachi lahir pada 28 November 1935 di Istana Kekaisaran Tokyo, putra kedua dan anak keenam dari Kaisar Shōwa dan Permaisuri Kōjun. Gelar masa kecilnya adalah Pangeran Yoshi. Ia menerima gelar Pangeran Hitachi dan izin untuk mendirikan cabang baru Keluarga Kekaisaran pada 1 Oktober 1964, sehari setelah pernikahannya.[7]
Hanako, Putri Hitachi lahir pada 19 Juli 1940, putri dari mantan Count Yoshitaka Tsugaru. Pangeran dan Putri Hitachi tidak memiliki anak.[7]
Nobuko, Putri Tomohito dari Mikasa adalah janda dari Pangeran Tomohito dari Mikasa (5 Januari 1946 – 6 Juni 2012), putra sulung dari Pangeran dan Putri Mikasa sekaligus sepupu dua kali dari Kaisar Naruhito. Putri Tomohito lahir pada 9 April 1955, putri dari Takakichi Asō, ketua Asō Cement Co., dan istrinya, Kazuko, yang merupakan putri dari mantan Perdana Menteri Shigeru Yoshida.[8] Ia memiliki dua putri dari mendiang Pangeran Tomohito dari Mikasa:
Hisako, Putri Takamado adalah janda dari Norihito, Pangeran Takamado (29 Desember 1954 – 21 November 2002), putra ketiga dan anak bungsu dari Pangeran dan Putri Mikasa sekaligus sepupu dua kali dari Kaisar Naruhito. Putri Takamado lahir pada 10 Juli 1953, putri sulung dari Shigejiro Tottori. Ia menikah dengan Pangeran Takamado pada 6 Desember 1984. Awalnya dikenal sebagai Pangeran Norihito dari Mikasa, ia menerima gelar Pangeran Takamado dan izin untuk mendirikan cabang baru Keluarga Kekaisaran pada 1 Desember 1984.[9] Putri Takamado memiliki tiga putri, salah satunya tetap menjadi anggota Keluarga Kekaisaran:
Atsuko Ikeda, kelahiran 7 Maret 1931, putri keempat Kaisar Shōwa dan kakak perempuan Kaisar Akihito yang masih hidup.
Takako Shimazu, kelahiran 2 Maret 1939, putri kelima dan anak bungsu Kaisar Shōwa dan adik dari Kaisar Akihito.
Yasuko Konoe, kelahiran 26 April 1944, putri sulung dan anak sulung dari Pangeran dan Putri Mikasa.[10]
Masako Sen, kelahiran 23 Oktober 1951, putri kedua dan anak keempat Pangeran dan putri Mikasa.[10]
Sayako Kuroda, kelahiran 18 April 1969, anak ketiga dan putri tunggal Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko.[11]
Noriko Senge, kelahiran 22 Juli 1988, putri kedua Pangeran dan Putri Takamado.
Ayako Moriya, kelahiran 15 September 1990, putri ketiga Pangeran dan Putri Takamado
Selain mantan putri-putri tersebut, terdapat juga beberapa orang keturunan Kekaisaran dalam sebelas cabang kadet dinasti (Asaka, Fushimi, Higashi-Fushimi, Higashi-kuni, Kan'in, Kaya, Kitashirakawa, Kuni, Nashimoto, Takeda, dan Yamashina) yang meninggalkan keluarga kekaisaran pada Oktober 1947. Putri sulung Kaisar Shōwa, Shigeko Higashikuni, dan putri ketiganya, Kazuko Takatsukasa, masing-masing meninggal pada 1961 dan 1989.