Pala papua (Myristica argentea) adalah pohon pala yang tumbuh di hutan hujan primer di Pulau Papua,[2] khususnya di hutan Fakfak, Kaimana, dan pulau-pulau sekitarnya di Indonesia Timur, seperti Kepulauan Aru. Pohon ini terkadang menjadi sumber pala, dan tanaman ini (atau bijinya) sering juga disebut pala makassar, pala fakfak, pala lonjong, atau pala silver.[2][3] Secara lokal di Indonesia, tanaman ini juga disebut tomandin, henggicode: bdw is deprecated , atau meri totoracode: ihp is deprecated ("putri duyung") dalam bahasa Mbaham-Matta;[4]efucode: irh is deprecated ("hati") dalam bahasa Irarutu.
Deskripsi
Daunnya tunggal dan tersusun secara spiral. Tangkai daun (petiolus) kokoh, memperlihatkan retakan melintang (transversal), beralur (channeled), dengan panjang 2,8cm. Helaian daun mengilap, berukuran 20cm
× 6,4cm – 13,5cm × 5,6cm – 19cm × 6cm, berbentuk elips, dengan ujung meruncing memanjang (akuminat) hingga menyerupai ekor, serta memiliki 13–18 pasang tulang daun sekunder. Perbungaannya berupa tandan (raceme) dengan panjang 4,5cm. Buah berbentuk bulat (globose) dengan panjang 6mm.
Buah Pala Papua berbentuk lebih lonjong dari pala Banda, berukuran sekitar 6,5cm – 7,5cm x 3,5cm – 4,5cm. Ujung buahnya menyempit, dan pangkal buahnya seperti menyempit membentuk tangkai palsu (pseudostalk) sepanjang 3mm – 8mm. Eksokarp berwarna cokelat saat masak, permukaannya hampir gundul (glabresen) dan umumnya dipenuhi lentisel atau tonjolan pucat yang kasar dan tampak mencolok. Perikarp relatif tebal dan akan terbelah menjadi dua katup (bivalvat) ketika buah masak sehingga memperlihatkan biji yang diselubungi fuli (arilus) berwarna merah cerah. Biji berbentuk elipsoid hingga lonjong berwarna cokelat tua, sedangkan fuli (arilus) berkembang menyelubungi biji secara tidak sempurna dan merupakan bagian yang dimanfaatkan sebagai rempah.[5][6]
↑Wahyuni, S; Bermawie, N (2020-01-01). "Yield and fruit morphology of selected high productive Papua nutmeg trees (Myristica argentea Warb.)". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 418 (1). IOP Publishing: 012032. doi:10.1088/1755-1315/418/1/012032. ISSN1755-1307.