Paing atau Pahing adalah nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara, minggu yang terdiri dari lima hari dan dipakai dalam budayaJawa dan Bali. Hari pasaran Paing berkaitan dengan warna merah dan letak posisi di Selatan.[1] Dalam tradisi Jawa, Pahing sering dikaitkan dengan energi kuat, tegas, dan bersemangat. Hari ini dianggap membawa watak dinamis, cocok untuk memulai usaha, berdagang, atau aktivitas yang membutuhkan keberanian dan keputusan cepat. Secara spiritual, Pahing dianggap memiliki getaran yang memperkuat niat dan ketekunan seseorang. Dalam beberapa primbon, Pahing juga dihubungkan dengan rezeki dan aktivitas ekonomi karena karakternya yang aktif dan produktif. Bagi masyarakat Jawa, makna hari Pahing tetap hidup dalam tradisi, penanggalan, dan pemilihan waktu baik.[2]