Pagi-Pagi Ambyar (dalam logonya ditulis Pagi-Pagi Ambyaaarrr) adalah sebuah program gelar wicara yang tayang di Trans TV mulai 19 Oktober2020. Program ini dibawakan oleh pedangdut Nassar dan Dewi Perssik, penata busana Caren Delano, dan pembawa acara infotainmen Rian Ibram.[1] Dalam setiap episodenya, program tersebut akan mengundang bintang tamu untuk menemani para pengisi acara. Para bintang tamu yang dihadirkan juga bakal dikorek informasinya terkait gosip atau rumor tentang dirinya yang sedang ramai diperbincangkan oleh infotaiment hingga warganet.[2][3]
Topik yang akan dibahas yaitu hal-hal seru dari para pasangan selebritas hits, serta berbagai berita yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. Membuat pagi semakin menarik, para pembawa acara juga akan melakukan penilaian terhadap busana yang dikenakan oleh bintang tamu serta menghadirkan hiburan menarik lainnya.[4]
Pada bulan suci Ramadan 1442 H, Pagi-Pagi Ambyar sempat berpindah jam tayang menjadi sore hari dengan judul Sore-Sore Ambyar untuk menemani waktu jelang berbuka puasa dengan konsep serta pengisi acara yang sama. Adapun Pagi-Pagi Ambyar edisi reguler dihentikan sementara waktu hingga Idul Fitri 1442 H dan digantikan oleh Sinema Indonesia.[5]
Acara ini juga hadir di hari Sabtu dan Minggu dengan judul Ambyar in Weekend, dengan jam tayang yang sama seperti acara regulernya di hari Senin sampai Jumat.
Program ini menuai kontroversi dan kecaman warganet setelah mengundang penyanyi dan pemeran transpuan Lucinta Luna serta kekasihnya, Alan pada tayangan tanggal 10 dan 18 Juli 2023. Komentar negatif dari warganet bermunculan sembari mempertanyakan keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang dianggap lalai membiarkan pasangan sesama jenis tersebut tampil di televisi.[6] Atas hal ini, pihak KPI Pusat memanggil jajaran penanggung jawab program ini ke kantor KPI untuk menjelaskan kejadian tersebut. Menurut anggota KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Tulus Santoso, kehadiran sosok yang kontroversial dan memancing isu yang sensitif di masyarakat harus dapat dikelola dengan baik dan tidak menjadi ajang promosi sebuah gaya hidup yang menyimpang. Sementara menurut Aliyah selaku anggota KPI Pusat Bidang Pengawasan Isi Siaran, mereka memanggil pihak Pagi-Pagi Ambyar tidak dalam rangka memberikan daftar artis yang boleh dan tidak boleh tampil, tetapi mengingatkan bahwa lembaga penyiaran harus punya mekanisme kontrol internal dalam menghadirkan figur publik, apalagi yang punya catatan kontroversi, dalam siarannya. Di satu sisi, yang harus menjadi koreksi besar dari lembaga penyiaran adalah soal materi viral yang diangkat ke layar kaca.[7]