Karier militer
Pada masa penjajahan Jepang, Otje menjadi anggota organisasi paramiliter Peta (Pembela Tanah Air) dan mengikuti pendidikan perwira PETA.[3] Sesudah penjajahan Jepang, Otje bergabung dengan tentara Indonesia dan menjadi komandan seksi pada Divisi Siliwangi. Pasukan pimpinannya sempat terlibat dalam pertempuran sengit melawan pasukan khusus Belanda pada bulan April 1949.[4] Otje lalu ditempatkan menjadi komandan kompi pada Batalyon Infanteri 312 setelah bertugas sebagai komandan seksi.[3]
Usai pengakuan kedaulatan pada tahun 1950, Otje terus bertugas di angkatan darat. Pada bulan Juli 1959, Otje yang berpangkat kapten melakukan kunjungan muhibah ke Malaysia bersama sejumlah perwira tinggi lainnya. Otje bersama dengan anggota delegasi lainnya meninjau satuan-satuan militer tentara Malaysia.[5] Pada masa ini, Otje juga menjalani pendidikan perang hutan di Singapura.[3]
Otje bertugas di Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Siliwangi pada tahun 1960an. Ia ditempatkan menjadi Komandan Distrik Militer Purwakarta[3] dan Komandan Distrik Militer Subang dari tahun 1964 hingga 1965.[4] Otje kemudian dipindahkan ke Brigade Infanteri 13/Galuh dari tanggal 13 April 1970 hingga 19 Januari 1971.[6] Ia sempat dikaryakan sebagai Wali kota Bandung dari tanggal 11 Januari 1971[7] hingga 19 Januari 1976.[8] Dalam masa kepemimpinannya, Kolam Renang Tirtalega mulai dibangun pada tahun 1972 dengan menempati lahan seluas 1,65 hektar. Ia kemduian kembali lagi bertugas di militer sebagai Asisten V/Territorial Kepala Staf Daerah Militer Siliwangi.[9]
Setelah bertugas sebagai asisten, Otje dipindahkan ke Komando Resort Militer (Korem) 062/Tarumanegara untuk menjabat sebagai komandan korem tersebut pada tanggal 18 Februari 1978[10] hingga 1980.[11] Setelah itu, ia kembali bertugas di Kodam Siliwangi sebagai Kepala Staf Garnisun Bandung hingga pensiun dari kemiliteran pada tahun 1982.[12]