Video animasi orisinal (Jepang: オリジナル・ビデオ・アニメーションcode: ja is deprecated , Hepburn: orijinaru bideo animēshon, bahasa Inggris:Original video animationcode: en is deprecated , disingkat OVA, atau kadang-kadang OAV 'original animation video') adalah karya animasi Jepang yang dirilis langsung dalam format video rumahan tanpa penayangan terlebih dahulu di televisi atau bioskop, meskipun episode pertama dari suatu seri terkadang ditayangkan untuk tujuan promosi. Format distribusinya berkembang dari VHS, kemudian cakram laser, hingga DVD.[1]
Sejak sekitar tahun 2008, istilah "animasi DVD orisinal" (bahasa Inggris:original animation DVD, disingkat OADcode: en is deprecated )[2][3] mulai digunakan untuk merujuk pada rilisan DVD yang didistribusikan bersamaan dengan manga sumbernya.
Format
Seperti anime televisi, OVA umumnya dibagi ke dalam beberapa episode. Setiap media fisik (kaset, cakram laser, atau DVD) biasanya hanya memuat satu episode. Durasi tiap episode bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga lebih dari dua jam. Satu seri OVA dapat terdiri dari satu hingga puluhan episode.
Sejumlah seri anime awalnya dirilis sebagai OVA sebelum kemudian dikembangkan menjadi serial televisi atau film, seperti seri Tenchi Muyo!, atau Megazone 23. Selain itu, OVA juga kerap diproduksi sebagai sekuel, cerita sampingan, kompilasi video musik, atau episode tambahan dari karya yang telah ada.
Dari segi pasar, OVA secara historis didominasi oleh penonton pria. Dalam siaran pers tahun 2004, Bandai Visual menyatakan bahwa sekitar 50% pembeli DVD anime mereka merupakan pria berusia 25–40 tahun, sementara perempuan hanya sekitar 13% dari total pembeli.[4] Data dari Nikkei Business Publications juga menunjukkan bahwa mayoritas pembeli DVD anime berasal dari kelompok usia dewasa 25–40 tahun.[5]
Beberapa OVA yang diadaptasi dari seri televisi atau manga juga memberikan penyelesaian cerita yang tidak terdapat dalam versi aslinya.
Sejarah
OVA mulai muncul pada awal 1980-an, seiring meningkatnya kepemilikan VCR di Jepang. Pertumbuhan ini mendorong industri anime untuk memproduksi karya yang dapat didistribusikan langsung ke pasar video. Berbeda dengan istilah “direct-to-video” di Amerika Serikat yang sering berkonotasi negatif, di Jepang metode distribusi ini menjadi praktik umum.[6][7]
Salah satu upaya awal adalah The Green Cat (1983), meskipun statusnya sebagai OVA pertama masih diperdebatkan karena keterbatasan bukti distribusi VHS. Karya yang secara luas diakui sebagai OVA pertama adalah Dallos (1983), yang dirilis oleh Bandai. Setelah itu, berbagai perusahaan mulai mengadopsi format ini, dan pada pertengahan hingga akhir 1980-an pasar OVA berkembang pesat, didominasi oleh judul-judul orisinal yang berdiri sendiri.[8]
Pada masa gelembung ekonomi Jepang, banyak perusahaan secara aktif memproduksi OVA berdurasi pendek (satu hingga dua episode) pada tahun 1980-an.[9] Studio animasi akan memproduksi karya tersebut untuk didistribusikan ke toko penyewaan, dan apabila penjualannya baik, serial yang lebih panjang dapat didanai untuk produksi televisi. Dan stasiun televisi menanggung sebagian besar biaya produksi seluruh serial tersebut.[10]
. . Pada periode ini, banyak serial anime televisi mulai diproduksi dengan jumlah episode yang lebih sedikit (misalnya 13 episode per musim), dan meningkatnya popularitas televisi kabel serta satelit memungkinkan penayangan lebih luas terhadap berbagai judul baru.
Memasuki dekade 1990-an, seiring memburuknya kondisi ekonomi Jepang, produksi OVA mulai menurun.[11] Meskipun demikian, format ini tetap digunakan, meskipun dalam jumlah yang lebih terbatas. Pada periode ini, banyak serial anime televisi diproduksi dengan durasi lebih pendek,[12] yakni sekitar 13 episode per musim, dibandingkan dengan 26 episode yang sebelumnya lebih umum. Studio produksi kerap merancang judul baru untuk ditayangkan di televisi apabila jumlah episodenya berada pada kisaran tersebut.
Selain itu, meningkatnya popularitas jaringan televisi kabel dan satelit, yang umumnya memiliki standar sensor lebih longgar, memungkinkan penayangan berbagai judul secara lebih luas.[13] Kondisi ini mendorong sejumlah karya dengan konten yang lebih keras atau berisiko untuk diproduksi sebagai serial televisi, meskipun sebelumnya cenderung dirilis dalam format OVA. Akibatnya, pada periode ini, sebagian besar produksi OVA berfokus pada karya yang terkait dengan judul yang telah ada dan mapan.
Pada tahun 2000 dan seterusnya, muncul tren OVA yang baru. Para produser merilis banyak seri televisi tanpa menayangkan seluruh episodenya secara reguler—melainkan dengan menyertakan beberapa episode dalam edisi DVD serial tersebut. Contohnya seperti To Love-Ru, Kiss×sis, dan High School DxD.
↑Nakayama, Whitney (2004-12-21). "Anime Glossary". G4. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-19. Diakses tanggal 2008-09-14.
↑"魔法先生ネギま!~もうひとつの世界~公式HP"[Negima! Magister Negi Magi!: Another World Official HP] (dalam bahasa Jepang). Kodansha. Diarsipkan dari asli tanggal April 30, 2011. Diakses tanggal April 8, 2011.
↑今日の5の2 初回限定版コミック ~公式サイト~[Kyō no Go no Ni Limited Edition Comic Official Site] (dalam bahasa Jepang). Kodansha. Diakses tanggal April 8, 2011.