32.000 tewas, terluka, dan hilang; 423 meriam; 615 tank[4]
Operasi Gallop (dalam bahasa Rusia: Операция Скачок – Operacija Skachok, juga dikenal sebagai Operasi Donbas[5], atau Kampanye Donets dalam sumber-sumber Jerman[6]) adalah nama sandi yang diberikan oleh Soviet untuk sebuah serangan baru yang diluncurkan mulai 29 Januari 1943 di sektor Sungai Donetsk, selama Perang Dunia II di Front Timur. Operasi militer ini berlangsung bersamaan dengan Operasi Bintang.
Menyusul serangkaian kemenangan Soviet yang beruntun sejak pengepungan pasukan Jerman di Kantong Stalingrad, Stalin dan Stavka menilai bahwa mereka dapat meraih kemenangan strategis yang mutlak. Mereka memutuskan untuk melanjutkan serangan tanpa henti di sektor selatan garis depan, dengan target mencapai Sungai Dnieper dan Laut Azov, guna memutus jalur mundur seluruh angkatan darat Jerman dari wilayah Donbas dan Kaukasus.
Manuver strategis yang berada di bawah komando Jenderal Nikolai Vatutin ini awalnya berjalan sukses, bahkan pada 21 Februari 1943 tank-tank Soviet telah berhasil maju hingga beberapa kilometer dari tepi Sungai Dnieper di Zaporizhzhia. Namun, akibat hambatan logistik dan kerugian personel yang menguras kekuatan, unit-unit mekanis garis depan Soviet berhasil dikejutkan oleh serangan balik dari Divisi Panzer Jerman, sehingga terpaksa mundur kembali ke belakang Sungai Donetsk.
Kekalahan yang tidak terduga ini, yang kemudian diikuti oleh kehancuran lainnya dalam Pertempuran Kharkov Ketiga, menyadarkan Stalin bahwa Jerman, terlepas dari kekalahan besar mereka di musim dingin, masih merupakan kekuatan tempur yang tangguh dan tidak mungkin ditaklukkan hanya lewat satu pertempuran besar penentu.
Nipe, George M. Jr. (2000). Last Victory in Russia: The SS-Panzerkorps and Manstein's Kharkov Counteroffensive—February–March 1943. Atglen, PA: Schiffer Publishing. ISBN0-76431-186-7.