Olympica Fossae adalah serangkaian fossa (alur memanjang) yang termsuk ke dalam kuadran Tharsis, di Planet Mars. Fitur geologi ini terletak pada 25° lintang utara dan 114,1° bujur barat, memiliki panjang sekitar 420 km dan dinamai berdasarkan fitur albedo pada 17° LU dan 134° BB.[1] Bagian-bagian dari Olympica Fossae diduga merupakan saluran aliran keluar (outflow channels), baik bagi lava maupun air, yang pada waktu berbeda dalam sejarah geologi Mars berperan menyalurkan batuan cair dan banjir besar akibat luapan air bawah permukaan.[2]
Olympica Fossae termasuk dalam kategori fossa, yaitu alur geologi yang terbentuk akibat peregangan kerak. Proses ini menyebabkan retakan sepanjang dua bidang sesar yang hampir sejajar. Bagian tengah di antara kedua bidang sesar tersebut mengalami penurunan, membentuk alur dengan tebing curam di kedua sisinya. Dalam beberapa kasus, deretan lubang runtuhan terbentuk akibat keruntuhan material ke dalam rongga yang terbentuk akibat peregangan. Struktur geologi semacam ini dikenal sebagai graben.[3]
Fenomena dark slope streaks ditemukan di lereng curam kawah, fossa, dan lembah di Olympica Fossae. Streak pada awalnya berwarna gelap dan memudar seiring waktu. Beberapa streak dimulai dari titik kecil dan menyebar hingga ratusan meter, bahkan mampu membelok di sekitar rintangan seperti batuan besar.[4][5] Interpretasi umum menyatakan bahwa streak merupakan longsoran debu yang menyingkap lapisan lebih gelap di bawahnya, meskipun beberapa hipotesis alternatif melibatkan peran air atau aktivitas biologis.[6][7][8][9]
Streak tersebut muncul terutama di wilayah yang tertutup debuzhalus. Sebagian besar permukaan Mars tertutup debu yang mengendap dari atmosfer. Observasi debu ini dilakukan melalui pengaruhnya terhadap panel surya Mars Rovers, yang dapat menurunkan efisiensi daya sebelum dibersihkan oleh angin atau dust devils.[10] Badai debu berskala lokal maupun global sering terjadi, terutama saat musim semi di belahan selatan Mars ketika planet tersebut berada lebih dekat dengan Matahari. Orbit Mars yang lebih elips dibanding Bumi menyebabkan perbedaan signifikan antara titik terdekat dan terjauh dari Matahari. Badai debu global pernah menghalangi pengamatan permukaan Mars, termasuk saat kedatangan wahanaMariner 9.[11][12]