Dark slope streaks adalah fitur geomorfologi sempit menyerupai longsoran yang ditemukan pada lereng yang tertutup oleh lapisan debu halus di wilayah ekuatorial Mars. Fitur ini umumnya terbentuk pada medan yang curam, termasuk tebing dan dinding kawah.[1][2]Dark slope streaks pertama kali terdeteksi pada citra Viking Orbiter pada akhir 1970-an,[3][4] tetapi analisis mendalam baru dilakukan setelah tersedia citra resolusi tinggi dari Mars Global Surveyor (MGS) dan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) pada akhir 1990-an dan 2000-an.[5]
Proses yang menghasilkan dark slope streaks masih belum sepenuhnya dipahami. Fitur ini diduga terbentuk melalui pergerakan massa material berbutir halus pada lereng curam, yang dikenal sebagai debu longsor.[6][7] Longsoran ini menghapus lapisan permukaan terang sehingga menyingkap substrat yang lebih gelap.[8][9] Studi terhadap lebih dari 500.000 dark slope streaks menunjukkan bahwa fitur ini lebih sering terbentuk di area berdebu dibandingkan area lembap. Meskipun memengaruhi kurang dari 0,1% permukaan Mars, dark slope streaks dapat mengangkut jumlah debu yang signifikan setiap tahun Mars, sehingga berpotensi berperan penting dalam siklus debu planet tersebut.[10][11] Peran air atau senyawa volatil lain dalam pembentukan streak masih diperdebatkan.[12]Dark slope streaks menarik perhatian karena merupakan salah satu fenomena geologi yang dapat diamati secara langsung di Mars saat ini.[13][14][15][16]
Karakteristik
Dark slope streaks termasuk fitur albedo yang terlihat sebagai perbedaan kecerahan antara streak dan lereng di sekitarnya. Fitur ini umumnya tidak memiliki relief topografi yang jelas, kecuali pada citra resolusi sangat tinggi (<1 m/piksel). Tekstur permukaan asli lereng umumnya tetap berkesinambungan di seluruh streak, menunjukkan bahwa proses pembentukannya hanya memengaruhi lapisan paling tipis di permukaan. Secara visual, streak ini sekitar 10% lebih gelap dibandingkan lereng atau permukaan Mars yang ada di sekitarnya., tetapi sering terlihat lebih gelap pada citra yang telah dilakukan peningkatan kontras.[17]
Fitur albedo menutupi permukaan Mars dalam berbagai skala dan membentuk pola terang-gelap klasik yang telah diamati melalui teleskop sejak masa awal pengamatan planet tersebut. Perbedaan kecerahan ini disebabkan oleh variasi proporsi debu yang menyelimuti permukaan. Debu Mars berwarna oker kemerahan dan bersifat cerah, sedangkan batuan dasar serta regolit berwarna abu-abu gelap, khas basal yang tidak terubah. Dengan demikian, daerah yang tertutup debu tebal tampak terang (beralbedo tinggi), sementara permukaan yang didominasi batuan dan fragmen batu tampak gelap (beralbedo rendah).[18]
Sebagian besar fitur albedo dihasilkan oleh aktivitas angin, yang menghilangkan debu dari sebagian permukaan sehingga meninggalkan material sisa yang tertinggal setelah butiran halus terangkut oleh angin berwarna gelap, atau menumpuk debu baru sehingga menghasilkan permukaan yang lebih terang. Selektivitas pengangkutan debu ini tampak jelas di sekitar kawah tumbukan dan topografis lain yang menimbulkan beragam streak dan bercak terang-gelap.[19]
Dark slope streaks merupakan fitur berukuran relatif kecil dan berbeda dari fitur albedo besar. Tidak seperti fitur albedo yang didominasi proses eolian, dark slope streaks terutama terbentuk akibat gaya gravitasi, meskipun angin dapat berkontribusi pada tahap awal pembentukannya.[7][17][20] Mekanisme penggelapan pada streak belum dapat ditentukan secara pasti. Partikel yang terlibat diduga berukuran sangat halus, meliputi pasir halus, lanau, dan lempung. Tidak ditemukan klastik berukuran besar yang dapat diamati melalui citra resolusi tinggi, dan batuan dasar pada lereng tidak pernah tampak terekspos, hal ini menunjukkan bahwa longsoran terjadi pada lapisan debu yang menutupi permukaan yang juga terdiri atas debu.[21]