Tambang Shatyrkul, Distrik Shu, Wilayah Jambyl, Kazakhstan
Orang dalam pesawat
7
Penumpang
4
Awak
3
Tewas
6
Cedera
1
Selamat
1
Pada 20 Januari 2015, sebuah pesawat Antonov An-2P yang dioperasikan oleh Olimp Air jatuh sekitar 20 kilometer (12mi) dari tambang Shatyrkul di Distrik Shu, Wilayah Jambyl, Kazakhstan. Dari tujuh orang yang berada di dalamnya, hanya satu yang selamat.
Pesawat
Pesawat Antonov An-2P yang mengalami kecelakaan diproduksi oleh pabrik PZL-Mielec di Mielec, Polandia, dan diluncurkan pada 20 Agustus 1973 dengan nomor seri 1G149-70. Pesawat ini kemudian dijual kepada Kementerian Penerbangan Sipil Uni Soviet, yang memberinya nomor registrasi CCCP-07366, sebelum akhirnya dialihkan ke Otoritas Penerbangan Sipil Kazakhstan.
Informasi mengenai pesawat ini antara tahun 1992 (ketika Kementerian Penerbangan Sipil dibubarkan) hingga 2002 sangat terbatas, kemungkinan karena pesawat tersebut tidak dioperasikan selama periode itu. Pada tahun 2002, pesawat ini menjalani perombakan (overhaul) di Pabrik Perbaikan Pesawat Aktobe, termasuk pembaruan interior dan kursi. Setelah itu, pesawat dijual kepada Kazakhmys Group. Pesawat ini biasa terbang menuju Balkhash dan Sayaq sebanyak tiga hingga empat kali dalam sebulan. Namun, karena pengoperasiannya yang tidak teratur, biaya perawatannya dinilai tidak menguntungkan.
Pada Agustus 2009, pesawat ini dijual kepada maskapai kecil lokal, Olimp Air, yang berbasis di Karaganda. Pada 28 Agustus 2009, seiring dengan proses registrasi ulang, pesawat ini memperoleh nomor ekor UP-A0314. Total jam operasionalnya mencapai 13.080 jam, dari batas masa operasi yang ditetapkan sebesar 20.000 jam.[2][3]
Penumpang dan awak
Pesawat tersebut mengangkut empat penumpang yang semuanya merupakan karyawan Kazakhmys Group, yakni direktur Departemen Pengembangan Teknis Gabit Toleubayevich Toleubayev (lahir 1978), mekanik utama di Balkhashtsvetmet Yerbol Beysiyevich Ibrayev (lahir 1974), direktur Departemen Perencanaan Teknis dan Investasi di Balkhashtsvetmet Ulbazar Khamitovna Yesmaganbetova (lahir 1968), serta geolog utama di Balkhashtsvetmet Asem Amirkhanovna Shayakhmetova (lahir 1986).
Pesawat ini dioperasikan oleh tiga awak: kapten Valery Grigoryevich Klyushev (lahir 1955), kopilot Viktor Petrovich Savelyev (lahir 1954), dan teknisi penerbangan Vasily Ivanovich Litvinov (lahir 1951).[4]
Kecelakaan
Pesawat ini disewa oleh Kazakhmys Group dan menjalankan penerbangan KVK-4653 dari Balkhash menuju tambang tembaga Shatyrkul, dengan persinggahan di Uzynaral dan Aksuyek. Saat mendekati tujuan akhir dalam kondisi cuaca berawan rendah dan jarak pandang terbatas, pesawat mulai menurun dan kemudian menghantam tanah sekitar 20 kilometer (12mi) dari lokasi tambang, hingga hancur.
Dari tujuh orang di dalam pesawat (empat penumpang dan tiga awak), enam orang meninggal dunia. Satu-satunya yang selamat, geolog Asem Shayakhmetova, mengalami patah tulang pada bagian bawah tubuhnya. Menurut keterangannya, ia duduk dekat pintu keluar, dan saat kecelakaan terjadi semua orang di dalam pesawat sedang tertidur. Ketika terbangun setelah benturan, ia menemukan jasad teknisi penerbangan Vasily Litvinov dan Gabit Toleubayev. Setelah mengambil telepon dari salah satu korban dan berusaha keluar dengan menggali salju sedalam sekitar satu meter, ia berhasil menghubungi tim penyelamat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di kota Shu dalam kondisi kritis, sebelum akhirnya diterbangkan ke Astana.[5]
Penyelidikan
Setelah kecelakaan, Kantor Kejaksaan Transportasi Kazakhstan membuka perkara pidana. Sebuah komisi pemerintah dibentuk untuk menyelidiki kejadian tersebut, dengan melibatkan para ahli independen serta perwakilan dari pabrik pembuat pesawat Antonov An-2.[5][6]
Pada awalnya, diduga kecelakaan terjadi saat proses pendaratan dalam kondisi cuaca berawan rendah dan jarak pandang terbatas. Kemungkinan lain, seperti kerusakan peralatan atau kesalahan pilot, juga turut ditinjau.[5]
Menurut ketua Komite Penerbangan Sipil di bawah Kementerian Investasi dan Pembangunan Kazakhstan, Serik Mukhtybayev, penyelidikan diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan.[6] Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kegagalan awak pesawat dalam mempertahankan ketinggian aman minimum ketika kondisi cuaca memburuk.
Pascakecelakaan
Menurut Komite Penerbangan Sipil, pada saat itu terdapat 115 pesawat An-2 lainnya yang masih beroperasi di Kazakhstan. Jika diperlukan, pesawat-pesawat tersebut dapat diperiksa untuk memastikan kelayakan terbangnya.[6]