Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Bonifacius Cornelis de Jonge, berkunjung ke RS HVA Toeloengredjo pada tahun 1935.
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 2003 saat PTPN X membentuk SBU Rumah Sakit untuk mengelola rumah sakit yang mereka miliki. Pada tahun 2013, PTPN X memisahkan SBU Rumah Sakit menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama "PT Nusantara Medika Utama".[1][2] Pada bulan Februari 2015, perusahaan ini mengakuisisi RSIA Cendana di Blitar dan kemudian mengubah nama rumah sakit tersebut menjadi Rumah Sakit Medika Utama.[3] Pada bulan Agustus 2020, PTPN X resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Pertamina Bina Medika IHC sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan kepemilikan dari fasilitas kesehatan milik BUMN.[4]
Kelolaan
Hingga tahun 2023, berikut fasilitas kesehatan yang dikelola oleh perusahaan ini:[2]