Nesocodon mauritianus adalah perdu kerdil dengan tinggi 30–40 cm[2][1] dengan batang yang sederhana, berkayu,[2] menjalar,[3] dan gundul dengan alur yang dalam akibat bekas daun.[2] Daunnya tersusun secara spiral,[2] mengilap,[3] berbentuk lanset dengan tepi bergerigi dan ujung runcing, memiliki panjang 6 cm dan lebar 0,6 cm.[2]
Karakteristik generatif
Perbungaan lateral yang hanya memiliki 1 bunga[1] dihasilkan di ketiak daun bagian atas.[2]
Taksonomi
Tumbuhan ini pertama kali dideskripsikan sebagai Wahlenbergia mauritianaI.Richardson oleh I.Richardson pada tahun 1979.[2][4] Tumbuhan ini ditempatkan ke dalam genus monotipe baru NesocodonThulin sebagai Nesocodon mauritianus(I.Richardson) Thulin oleh Mats Thulin pada tahun 1980.[1][5]
Genus ini berkerabat dekat dengan Heterochaenia dari Kepulauan Mascarene, tetapi memiliki bunga tunggal alih-alih malai yang terdiri dari beberapa bunga.[6]
Ekologi
Ini adalah tumbuhan pertama yang ditemukan menghasilkan nektar berwarna merah. Awalnya diperkirakan diserbuki oleh burung, namun penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa tokek (Phelsuma ornata) adalah penyerbuk yang lebih disukai oleh bunga-bunga ini, sementara burung berperan sebagai pencuri nektar.[7] Burung cucak kutilang (Pycnonotus jocosus) yang diintroduksi ke sana sering mencuri nektarnya.[8]
Konservasi
Tumbuhan ini merupakan spesies yang terancam punah.[3]
Referensi
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nesocodon.
1234567 Richardson, I. B. K. (1979). A Distinctive New Species of Wahlenbergia (Campanulaceae) from Mauritius. Kew Bulletin, 33(4), 547–550. https://doi.org/10.2307/4109796