Negara boneka, rezim boneka, pemerintahan boneka, atau pemerintahan tiruan[1] adalah sebuah negara yang secara de jure merdeka tetapi secara de facto sepenuhnya bergantung pada kekuatan luar dan tunduk pada perintahnya.[2] Negara boneka memiliki kedaulatan nominal, kecuali bahwa kekuatan asing secara efektif menjalankan kendali melalui dukungan ekonomi atau militer.[3] Dengan membiarkan pemerintahan lokal tetap ada, kekuatan luar menghindari semua tanggung jawab, sementara pada saat yang sama berhasil melumpuhkan pemerintahan lokal yang mereka toleransi.[1]
Negara boneka berbeda dari sekutu, yang memilih tindakan mereka atas inisiatif mereka sendiri atau sesuai dengan perjanjian yang mereka buat secara sukarela. Negara boneka dipaksa untuk secara hukum mendukung tindakan yang telah dilakukan oleh kekuatan asing.
Penyatuan Kembali Jerman adalah proses penyatuan kembali Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu negara berdaulat, setelah runtuhnya Tembok Berlin. Peristiwa ini menjadi simbol utama berakhirnya Perang Dingin di Eropa dan menyatukan kembali Jerman menjadi satu negara dengan Berlin sebagai ibu kotanya.
Pembubaran Uni Soviet
Uni Soviet secara resmi pecah menjadi 15 negara merdeka baru.
Pembubaran Uni Soviet menandai berakhirnya konflik ideologis dan geopolitik yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara Blok Barat dan Blok Timur.
Perluasan NATO
Perluasan NATO adalah proses masuknya negara-negara anggota baru setelah Perang Dingin berakhir, termasuk negara-negara dari bekas Blok Timur di Eropa Tengah dan Timur, seperti Polandia, Ceko, dan Hungaria.
Pembubaran Pakta Warsawa
Aliansi militer Blok Timur ini bubar, dan banyak negara bekas anggotanya kemudian bergabung dengan NATO.