Pada spektrum sinar-X dan sinar gamma dengan energi di atas 30 KeV, Nebula Kepiting adalah sumber radiasi terkuat di langit, dengan fluks melebihi 1012eV.
Di pusat nebula terdapat pulsar Kepiting, sebuah bintang neutron yang berputar cepat dan memancarkan pulsa radiasi pada spektrumsinar gamma hingga gelombang radio dengan frekuensi putaran 30,2 putaran tiap detik. Nebula ini merupakan objek astronomi pertama yang dikenal dari ledakan supernova yang tercatat dalam sejarah manusia.
Nebula ini turut berperan sebagai sumber radiasi untuk mempelajari benda langit yang mengokultasinya. Pada tahun 1950 dan 1960, koronaMatahari dipetakan berdasarkan pengamatan gelombang radio dari Nebula Kepiting yang melewatinya, dan pada tahun 2003, ketebalan atmosfer dari Titan dapat diukur karena atmosfer menghalangi radiasi sinar-X dari Nebula Kepiting.
Asal mula
Nebula Kepiting terbentuk dari munculnya supernova terang yang dicatat oleh astronom China dan Arab pada tahun 1054. Nebula Kepiting sendiri pertama kali diamati oleh John Bevis pada tahun 1731, dan ditemukan kembali secara independen oleh Charles Messier pada tahun 1758 saat dia mengamati komet. Messier mengkatalogkan nebula ini sebagai objek pertama dalam katalognya tentang benda langit mirip komet. William Parsons mengamati nebula ini di Kastel Birr pada tahun 1840, dan menyebut objek tersebut sebagai Nebula Kepiting karena gambar nebula yang dibuatnya terlihat mirip dengan kepiting.[5]
Pada awal abad ke-20, analisis fotografi pada nebula ini yang diambil berselang beberapa tahun menunjukkan bahwa nebula ini terus mengembang. Dengan menelusuri kembali proses pengembangan nebula ini diketahui bahwa nebula ini mulai terlihat dari bumi sekitar 900tahun lalu. Catatan sejarah mengungkapkan bahwa sebuah bintang yang cukup terang untuk dilihat pada siang hari telah dilihat oleh astronom China dan Arab pada tahun 1054.[6][7]
Mengingat jaraknya yang sangat jauh, bintang tamu siang hari yang diamati oleh astronom China dan Arab hanya mungkin berupa sebuah supernova, sebuah bintang massif yang meledak setelah kehabisan energi untuk melakukan fusi nuklir dan runtuh ke dalam medan gravitasinya sendiri.
Analisis terakhir mengenai catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa supernova yang menghasilkan Nebula Kepiting muncul pada bulan April atau awal Mei, dan mencapai kecerlangan maksimum pada bulan Juli dengan magnitudo tampak sekitar −4,5 hingga −7 (jauh lebih terang dari benda langit lain di malam hari, kecuali bulan). Supernova ini bahkan dapat dilihat dengan mata telanjang selama sekitar dua tahun setelah kemunculannya.[8] Berkat catatan pengamatan astronom China dan Arab pada tahun 1054, Nebula Kepiting menjadi objek astronomi pertama yang diketahui berhubungan langsung dengan ledakan supernova.[7]
Pada spektrum cahaya tampak, Nebula Kepiting terlihat sebagai kumpulan filamen berbentuk oval yang mengelilingi pusat yang berwarna biru, dengan panjang dan lebar keseluruhan sekitar 6 menit busur kali 4 menit busur (sebagai perbandingan, bulan purnama berdiameter 30menit busur). Pada bidang tiga dimensi, nebula ini diduga berbentuk prolate spheroid.[3] Filamen-filamen adalah sisa-sisa dari atmosfer bintang pembentuknya, dan sebagian besar terdiri dari helium dan hidrogen yang terionisasi, serta sedikit karbon, oksigen, mitrogen, besi, neon dan belerang. Suhu dari filamen tesebut biasanya di antara 11.000 hingga 18.000K, dan kerapatannya sekitar 1,300molekul tiap cm³.[9]
Pada tahun 1953, Iosif Shklovsky mengusulkan bahwa daerah biru yang samar-samar dihasilkan oleh radiasi sinkrotron, yang merupakan radiasi yang dihasilkan oleh pembelokan elektron yang bergerak hingga setengah kecepatan cahaya.[10] Tiga tahun kemudian, teori tersebut dibuktikan dengan pengamatan. Pada tahun 1960 diketahui bahwa membeloknya lintasan elektron disebabkan oleh medan magnet bintang neutron di pusat nebula.[11]
12Kaplan, D. L.; Chatterjee, S.; Gaensler, B. M.; Anderson, J. (2008), Accepted for publication in the Astrophysical Journal title = A Precise Proper Motion for the Crab Pulsar, and the Difficulty of Testing Spin-Kick Alignment for Young Neutron Stars, 677: 1201, doi:10.1086/529026http://adsabs.harvard.edu/abs/2008arXiv0801.1142K; ;
↑Shklovskii, Iosif (1953), "On the Nature of the Crab Nebula's Optical Emission", Doklady Akademii Nauk SSSR, 90: 983
↑Burn B.J. (1973), A synchrotron model for the continuum spectrum of the Crab Nebula, Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, v. 165, p. 421 (1973)