Natrium aurotiomalat (INN, dikenal di Amerika Serikat sebagai natrium tiomalat emas) adalah senyawa emas yang digunakan karena efek anti-rematiknya yang bersifat imunosupresif.[2][3] Bersama dengan garam emas yang diberikan secara oral (auranofin) senyawa ini adalah salah satu dari hanya dua senyawa emas yang saat ini digunakan dalam pengobatan modern.[4]
Sejarah penggunaan
Laporan penggunaan senyawa ini yang menguntungkan dipublikasikan di Prancis pada tahun 1929 oleh Jacques Forestier.[5] Penggunaan garam emas saat itu merupakan pengobatan yang kontroversial dan tidak langsung diterima oleh komunitas internasional. Keberhasilan ditemukan dalam pengobatan nyeri sendiRaoul Dufy dengan penggunaan garam emas pada tahun 1940; "(pengobatan) tersebut memberikan rasa penyembuhan yang luar biasa dalam beberapa minggu, sehingga Dufy ... membanggakan kemampuannya untuk kembali naik trem saat bepergian."[6]
Bersama dengan aurotioglukosa, natrium aurotiomalat dihentikan produksinya di seluruh dunia pada tahun 2019 oleh Sanofi[7] selaku produsennya, karena kekurangan emas di seluruh dunia,[8] sehingga bentuk generik auranofin menjadi satu-satunya obat berbasis emas yang tersedia di Amerika Serikat.[9][10]
Kegunaan medis
Obat ini terutama diberikan sekali atau dua kali seminggu melalui suntikan intramuskular untuk rheumatoid Arthritis sedang-berat. Obat ini juga pernah digunakan untuk mengobati tuberkulosis, meskipun uji coba selanjutnya menunjukkan bahwa obat ini berbahaya dan tidak efektif untuk tujuan tersebut.[11]
Mekanisme kerjanya yang tepat belum diketahui, tetapi natrium aurotiomalat diketahui menghambat sintesis prostaglandin. Ia juga memodulasi sel fagosit dan menghambat interaksi kompleks histokompatibilitas utama kelas II-peptida. Ia juga diketahui menghambat enzim-enzim berikut:[4][13]
↑Lamboley C (December 6, 2010). "Deux rhumatisants au soleil du Midi: Renoir et Dufy"[Two rheumatic in the Midi sun: Renoir and Dufy](PDF). Académie des Sciences et Lettres de Montpellier (dalam bahasa Prancis). Montpellier. Diakses tanggal July 7, 2015.
↑Benedek TG (January 2004). "The history of gold therapy for tuberculosis". Journal of the History of Medicine and Allied Sciences. 59 (1): 50–89. doi:10.1093/jhmas/jrg042. PMID15011812. S2CID37436710.
↑Rossi S, ed. (2013). Australian Medicines Handbook (Edisi 2013). Adelaide: The Australian Medicines Handbook Unit Trust. ISBN978-0-9805790-9-3.
↑Tuure L, Hämäläinen M, Moilanen T, Moilanen E (2014). "Aurothiomalate inhibits the expression of mPGES-1 in primary human chondrocytes". Scandinavian Journal of Rheumatology. 44 (1): 74–79. doi:10.3109/03009742.2014.927917. PMID25314295. S2CID5213201.