Sebagai seorang seniman, Nasirun justru lahir dari keluarga pekerja dan petani di daerah pesisirselatanJawa. Meskipun tidak lahir dari keluarga seniman, Nasirun tetap bertekad menjadi seorang seniman yang hebat. Ketertarikan Nasirun pada dunia seni dimulai saat ia sejak kecil, ia sangat suka sekali dengan wayang kulit. Uniknya Nasirun menyukai wayang kulit bukan hanya dari sisi cerita dan legendanya, tetapi juga karena bentuk, ornamen, dan warnanya.[1]
Sebagai salah satu seniman ternama di Indonesia, Nasirun telah banyak mendapatkan berbagai macam penghargaan di bidang seni, khususnya dalam hal seni rupa dan seni lukis. Bahkan karena bakat nya yang luar biasa di bidang seni ia sudah meraih banyak pernhargaan saat masih bersekolah. Penghargaan-penghargaan yang pernah diraih oleh Nasirun saat masih bersekolah antara lain; Juara I dan Juara II Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) se-Keresidenan Banyumas, Juara II Lomba Kaligrafi dan Lomba Melukis Promosi Pariwisata Kabupaten Cilacap,[1]
Pada 2015 lalu, Nasirun juga diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam program yang bertajuk Belajar Bersama Maestro. Dalam program tersebut, Nasirun memberikan pengalaman dan bimbingannya kepada anak-anak muda yang tertarik pada kesenian, hal ini dikarenakan ia adalah salah satu maestro seni lukis di Indonesia.[6]
↑Muhammad Husnil dan Yudi Anugrah, "Belajar Bersama Maestro", Kilasan Setahun Kinerja Kemendikbud November 2014-November 2015, (Jakarta: Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan, 2015) hal. 60-63