Museum Sejarah Kota Tarakan mulai dibangun pada tahun 2015.[4] Pembangunannya selesai pada tahun 2016.[5] Namun peresmiannya baru dilakukan pada 23 November 2017 oleh Sofian Raga selaku Wali Kota Tarakan.[6] Gedung museum terbagi menjadi dua dan terbuka untuk umum sehingga sering juga disebut Museum Kembar.[7] Museum ini dimiliki dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan.[3]
Pergantian nama Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan menjadi Museum Sejarah Kota Tarakan dikarenakan kurangnya koleksi museum yang dipajang.[7]
Bangunan
Kompleks museum dengan arsitektur gedung gaya eropa[8] dan didominasi warna putih ini terbagi menjadi dua bagian dan keduanya tampak persis sehingga disebut juga Museum Kembar. Bangunan pertama adalah Museum Sejarah Perang Dunia dan bangunan kedua adalah Museum Sejarah Perminyakan.[9]
Pada November 2022, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kota Tarakan menyatakan revitalisasi Gedung Museum Sejarah Perang Dunia II dan Perminyakan. Renovasi yang dilakukan berupa penamabahan gedung dan fasilitas seperti ruang pameran sementara, ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk renovasi museum ini mencapai Rp.8-10 Miliar[10] dan direncanakan selesai pada Agustus 2023.[11]
Museum Sejarah Kota Tarakan mengoleksi peta tata Kota Tarakan tahun 1940 yang dibuat oleh Badan Intelijen Belanda.[12] Selain itu, terdapat koleksi senjata perang abad ke 17, sepatu peninggalan jepang pada tahun 1940 yang ditemukan di lokasi bekas markas tentara Jepang (Fhukukaku) di daerah Juwata Sesanip, botol air minum milik tentara jepang dan belanda, megazen, bayonet, biskuit ANZAC tahun 1915, batu marmer kuburan dari tahun 1928, seragam tentara Australia dan uang antik.[13]
Adapun di halaman museum, terdapat 3 unit taksi kayu yang pernah beroperasi pada saat jaman kolonial.[14]
Akses dan lokasi
Letak museum tepat di titik koordinat: 3°17’56.7” Lintang Utara dan 117°37’12.7” Bujur Timur. Akses ke museum dapat dari Bandar Udara Tarakan dengan jarak tempuh sejauh 9,1 kilometer. Sedangkan dari arah Pelabuhan Tengkayu I, museum ini dapat dicapai dengan jarak tempuh 6,6 kilometer.[3]
Museum Sejarah Kota Tarakan dibuka pukul 9 pagi hingga 4 sore setiap harinya. Kunjungan ke museum ini dikenakan biaya masuk Rp.2.000 bagi anak-anak, Rp5.000 untuk orang dewasa dan Rp.15.000 bagi turis.[13]