Museum London mendokumentasikan sejarah London dari pra-sejarah sampai masa modern. Museum tersebut terletak di Tembok London, dekat dengan Barbican Centre sebagai bagian dari kompleks bangunan Barbican yang dibuat pada 1960an dan 1970an sebagai langkah inovatif untuk pengembangan ulang sebuah kawasan yang dirusak bom di Kota London.
Tempat tersebut berjarak beberapa menit perjalanan dari utara St Paul's Cathedral, di sepanjang reruntuhan tembok kota Romawi dan tepian bagian tertua dari London, yang sekarang menjadi distrik keuangan utamanya. Tempat tersebut utamanya menyoroti sejarah sosial London dan para penduduknya sepanjang zaman. Museum tersebut sama-sama dikontrol dan didanai oleh City of London Corporation dan Otoritas London Raya.
Museum tersebut adalah koleksi sejarah perkotaan terbesar di dunia, dengan lebih dari enam juta objek. Museum tersebut dikunjungi lebih dari satu juta orang setiap tahun.[1]
Pada Maret 2015, museum tersebut mengumumkan rencana untuk berpindah dari tempat Barbican-nya ke sekitaran Pasar Smithfield. Perpindahan tersebut, yang menghabiskan biaya sekitar £70 juta, direncanakan terselesaikan pada 2021.[1]
Koleksi
Museum ini menyimpan koleksi yang mencerminkan lebih dari 10.000 tahun sejarah London, dengan jumlah mencapai sekitar 7 juta objek.[2] Koleksi tersebut merupakan hasil penggabungan koleksi asli Museum Guildhall dan Museum London, serta berbagai benda yang diperoleh Museum of London sejak didirikan pada dekade 1970-an. Koleksi tersebut mencakup temuan arkeologis, fotografi, sejarah lisan, hingga permainan video.[3]
Salah satu kekuatan utama museum ini adalah koleksi yang berkaitan dengan kawasan pelabuhan dan dermaga London. Kekayaan koleksi tersebut mendorong pembukaan cabang kedua, Museum Docklands London, pada tahun 2003.[3]
Koleksi pra-modern
Museum ini memiliki lebih dari 13.000 artefak prasejarah,[4] termasuk Havering Hoard,[5] yaitu timbunan benda-benda Zaman Perunggu terbesar yang pernah ditemukan di London dan terbesar ketiga di Britania Raya. Temuan tersebut terdiri atas 453 artefak perunggu, seperti kepala kapak, mata tombak, dan pisau yang dibuat antara 900–800 SM. Hampir seluruh benda tersebut ditemukan dalam keadaan patah atau rusak, kemudian diketahui telah dikuburkan secara sengaja dan teratur dalam empat kelompok terpisah di lokasi penemuannya. Pada tahun 2020, museum menyelenggarakan pameran temporer yang menampilkan koleksi Havering Hoard di London Museum Docklands.[6]
Koleksi Romawi museum berjumlah lebih dari 47.000 objek, sebagian besar berasal dari wilayah Kota London dan Southwark yang pernah berada di bawah kekuasaan Romawi. Koleksi ini mencakup kumpulan terra sigillata atau tembikar Samian terbesar di Britania Raya. Selain itu, museum menyimpan lukisan dinding dan lantai Romawi yang masih utuh, seperti Bucklersbury Mosaic, berbagai benda logam seperti hipposandal (pelindung kaki kuda), peralatan makan, perhiasan, dan pinset, empat potong pakaian kulit yang menyerupai bawahan bikini yang diduga dikenakan oleh akrobat perempuan, serta sebuah tangga kayu dari periode Romawi.[7]
Pada September 1954, sebuah kuil Romawi yang dipersembahkan bagi dewa Mithras ditemukan di kawasan Kota London. Penemuan ini menarik perhatian publik yang luar biasa; diperkirakan sekitar 400.000 orang mengunjungi lokasi tersebut selama proses ekskavasi berlangsung.[8] Penggalian dilakukan terutama oleh mahasiswa arkeologi di bawah pimpinan W. F. Grimes, yang saat itu menjabat sebagai direktur London Museum. Batu-batu penyusun kuil kemudian direkonstruksi di lokasi aslinya, yang kini dikenal sebagai London Mithraeum, sementara pahatan marmer yang ditemukan di dalamnya menjadi bagian dari koleksi museum.[9]
Selain itu, museum menyimpan sekitar 12.000 artefak abad pertengahan, termasuk sekitar 700 objek dari periode Anglo-Saxon dan lebih dari 1.350 lencana peziarah berbahan timah (pewter pilgrim badges). Koleksi ini memberikan gambaran penting mengenai kehidupan sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat London pada masa Abad Pertengahan.[10]
Koleksi di awal modern dan modern
Museum ini memiliki lebih dari 1.500 benda peralatan makan (cutlery) dari periode Tudor dan Stuart, yang sebagian besar ditemukan di Sungai Thames, serta sebagian lainnya berasal dari pembelian koleksi pribadi Hilton Price.[11] Salah satu kelompok koleksi paling terkenal dari periode ini adalah Cheapside Hoard, yaitu timbunan hampir 500 perhiasan era Tudor dan Jacobean yang ditemukan pada tahun 1912 di kawasan Cheapside, Kota London. Seluruh koleksi tersebut pertama kali dipamerkan secara lengkap dalam sebuah pameran sementara di museum pada tahun 2013.[12] Pada tahun 2017, diumumkan bahwa Worshipful Company of Goldsmiths menyumbangkan dana sebesar £10 juta untuk mendukung pembuatan galeri permanen bagi Cheapside Hoard di lokasi museum baru di West Smithfield.[13]
Sejak pendiriannya pada tahun 1911, salah satu tujuan utama museum adalah mendokumentasikan dan menampilkan kemampuan industri manufaktur London. Untuk itu, museum mengoleksi karya dari produsen London seperti James Powell and Sons (juga dikenal sebagai Whitefriars Glass) serta Martin Brothers. Koleksi ini juga mencakup berbagai artefak yang berkaitan dengan berbagai profesi dan industri, seperti pembuatan jam, pembuatan tong (cooperage), penenunan sutra, seni ukir, dan pandai perak. Para donatur seperti Joan Evans, Catherine d’Erlanger, Mary of Teck, Jane Anne Gordon, dan Lady Cory turut memperkaya koleksi perhiasan museum, khususnya perhiasan berkabung, chatelaine, dan perhiasan busana.[14]
Selain itu, museum juga mengoleksi benda-benda yang menggambarkan kehidupan sosial dan dunia kerja masyarakat London sehari-hari. Koleksi ini mencakup etalase toko, kemasan makanan, bilik telepon, kendaraan, serta koleksi besar mainan murah yang dikenal sebagai “penny toys”. Museum juga memiliki koleksi penting bertaraf internasional terkait gerakan perempuan, khususnya material dari Women’s Social and Political Union, sebuah organisasi perjuangan hak pilih perempuan. Selain itu terdapat arsip dari pabrik kaca Whitefriars, dokumen terkait gerakan Kibbo Kift,[15] serta berbagai materi yang berhubungan dengan pelabuhan London dan Sungai Thames, yang sebagian besar dipamerkan di cabang Museum Docklands London.[16] Museum ini juga menyimpan lebih dari 5.000 jam rekaman sejarah lisan,[17] serta arsip dari Port of London Authority dan jaringan supermarket Sainsbury, yang memberikan gambaran luas mengenai perkembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di London modern.[18][19]