Karangsari, Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah 53456
Jenis
Museum ilmu pengetahuan
Museum Kailasa merupakan sebuah museum di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Museum yang memiliki 4 bangunan utama ini memiliki koleksi arekologis,[2] benda-benda cagar budaya, artefak, flora dan fauna serta[3]film mengenai Dieng. Koleksi yang dapat dilihat pada museum ini di antaranya memuat sejarah letusan Gunung Prahu Tua, sumber batu andesit yang digunakan untuk pembangunan candi, dan sistem kepercayaan masyarakat Dieng.[4][5]
Pendirian museum ini bermula pada tahun 1984 dengan nama Gedung Arca, sebagai tempat penyimpanan dan konservasiartefakarkeologis dari situs-situs candi Hindu yang tersebar di Dieng. Benda-benda tersebut termasuk arca-arca dewa-dewi Hindu seperti Siwa, Ganesha, dan Durga yang berasal dari abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, ketika Dieng menjadi pusat peradaban Hindu di Jawa.[7]
Sebagian kecil koleksi museum
Koleksi yang terkumpul dari hasil ekskavasi dan pelestarian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mendorong pentingnya penyimpanan yang terorganisasi. Gedung Arca kemudian dikembangkan untuk memperluas fungsinya dari sekadar penyimpanan menjadi media edukasi publik.
Pada 28 Juli 2008, Gedung Arca resmi dikembangkan menjadi Museum Kailasa dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Jero Wacik. Perubahan nama ini memiliki makna simbolis mengacu pada Gunung Kailasa, yang dalam kepercayaan Hindu merupakan tempat tinggal Dewa Siwa. Hal ini mencerminkan latar belakang budaya dan keagamaan artefak-artefak yang disimpan di museum tersebut.[4]
Peresmian ini juga menandai perluasan fungsi museum, yang tidak hanya menampilkan artefak arkeologi, tetapi juga menyuguhkan informasi tentang alam, geologi, flora-fauna Dieng, serta kehidupan sosial masyarakat lokal dari masa ke masa.[5]
Koleksi dan Isi Pameran
Pengunjung Museum Kailasa sedang belajar sejarah
Museum Kailasa memiliki dua bangunan utama. Bangunan pertama menampilkan koleksi arkeologis seperti arca Hindu dari abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, di antaranya arca Ganesha, Siwa Mahadewa, Agastya, serta beberapa fragmen bangunan candi. Beberapa prasasti, termasuk Prasasti Mangulihi, juga dipamerkan untuk menunjukkan konteks sejarah kawasan tersebut.[8]
Bangunan kedua berfungsi sebagai pusat informasi budaya dan alam Dieng. Di dalamnya terdapat informasi geologi, ekosistem pegunungan, flora dan fauna lokal, serta potret kehidupan masyarakat, seperti sistem pertanian, kepercayaan lokal, dan tradisi anak gembel yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Dieng.[5]
Akses dan Fasilitas
Museum Kailasa berlokasi di dekat kompleks Candi Arjuna dan mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jam operasional museum berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Museum ini menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti ruang pameran, ruang audio visual, taman, dan area istirahat. Untuk memasuki area museum, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp5.000 per orang.[4]