Museum Balaputra Dewa (atau Museum Negeri Sumatera Selatan)[2] adalah sebuah museum etnografi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Museum ini menampilkan sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan.[3] Museum ini mulai dibangun pada 1978 dan diresmikan pada 5 November 1984. Nama museum merujuk kepada Balaputradewa, penguasa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9 yang juga pernah memimpin Wangsa Sailendra yang berpusat di sekitar Palembang.[3][4]:1 Museum ini menempati lahan seluas sekitar 23.565 m² dan berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.[5]
Sejarah
Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang sejak berabad-abad dikenal sebagai Bumi Sriwijaya, pusat berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan tersebut merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Pada abad ke-15, wilayah ini berkembang menjadi Kesultanan Palembang yang bertahan hingga masa kedatangan kolonial Belanda. Menurut penelitian Van der Hoop, wilayah Sumatera Selatan juga merupakan salah satu kawasan di Nusantara yang menunjukkan banyak jejak permukiman dari zaman megalitik.[6][7]:129
Untuk melestarikan berbagai peninggalan bersejarah tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan mendirikan Museum Balaputra Dewa di Jalan Srijaya I No. 288, Palembang.[8] Museum yang menempati lahan sekitar 23.565 m² ini menyimpan sembilan jenis koleksi dengan total 3.882 objek.[9]
Nama Balaputra Dewa diambil dari Balaputradewa, penguasa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9 yang juga pernah memimpin Wangsa Sailendra. Keputusan penamaan ini merujuk pada Balaputradewa yang dikenal dari Prasasti Nalanda di India, yang mencatat perannya sebagai pendiri sebuah biara Buddha melalui patronasenya. Nama Balaputradewa juga muncul dalam prasasti-prasasti abad ke-9 di Jawa, yang menuliskan saat ia kalah dari Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan bagaimana ia kemudian meninggalkan Jawa untuk menetap di wilayah yang kini menjadi Kota Palembang, Sumatera Selatan.[10]
Koleksi
Museum Balaputra Dewa menampilkan koleksi yang mencakup berbagai periode sejarah Sumatera Selatan, mulai dari zaman prasejarah, masa Kerajaan Sriwijaya, era Kesultanan Palembang, hingga masa kolonial Belanda. Koleksi tersebut dipamerkan dalam tiga ruang pamer utama.
Bagian Megalit
Koleksi museum didahului dengan selasar yang menampilkan arca-arca megalitik. Arca-arca ini berasal dari budaya megalit di dataran tinggi Pagaralam, bagian dari Pegunungan Bukit Barisan, tempat ditemukannya 22 situs permukiman megalitik.[11][12] Di antara arca yang dipamerkan terdapat figur ibu menggendong anak, manusia menunggang kerbau, dan manusia yang dililit ular.[13][14]
Bagian Sriwijaya
Ruang pamer pertama menyajikan informasi mengenai awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya serta temuan dari masa pra-Sriwijaya, seperti gerabah, manik-manik, dan benda logam.[15] Ruangan ini juga memamerkan replika sejumlah prasasti penting, termasuk Kedukan Bukit, Telaga Batu, Kota Kapur, Talang Tuwo, Boom Baru, Kambang Unglen I dan II, serta Siddhayatra. Selain itu, ditampilkan pula arca dan fragmen Hindu-Buddha dari berbagai periode.[16][17] Museum Balaputra Dewa merupakan salah satu dari tiga lembaga di Palembang yang menyimpan artefak Sriwijaya, bersama Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.[3]
Bagian Kesultanan Palembang
Rumah Limas di Museum Bala Putera Dewa yang dijadikan sebagai gambar uang pecahan 10.000 Rupiah.
Ruang berikutnya membawa pengunjung ke masa Kesultanan Palembang. Di bagian ini ditampilkan kain tenun songket dan tekstil tradisional lainnya, termasuk songket bermotif Naga Besaung dengan lebar 25 cm dan panjang enam meter. Koleksi seni ukir Palembang juga dipamerkan dalam bentuk perabot dan elemen arsitektur seperti rek pengantin, dipan, kursi, dan pintu berukir. Dua bangunan tradisional, yakni rumah limas dan rumah ulu, ditampilkan di halaman museum sebagai representasi arsitektur adat Sumatera Selatan.[18][19]
Secara keseluruhan, koleksi museum diklasifikasikan dalam sembilan kategori objek, yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, seni rupa, dan teknologi modern.[4]
Fasilitas
Museum Balaputra Dewa memiliki beberapa fasilitas, diantaranya:[20]
Ruang pameran tetap;
Ruang pameran temporer;
Ruang auditorium;
Perpustakaan;
Laboratorium;
Ruang penyimpanan koleksi;
Ruang preparasi;
Ruang adminstrasi;
Ruang audiovisual, dan;
Tempat parkir kendaraan.
Layanan
Museum Balaputra Dewa menjadi salah satu tujuan wisata di Sumatera Selatan. Untuk mengunjungi museum ini, para pengunjung perlu memperhatikan jadwal berkunjung, yaitu:[21]
↑Direktori Museum Indonesia. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayan Kemendikbud. 2012. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Syarifuddin, MP (2003). Mengenal Jenis Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan(PDF). Sumatera Selatan: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Dinas Pendidikan Nasional Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)