Walaupun Mobile Legends: Bang Bang secara teknis hanya berbeda sedikit dengan Mobile Legends: 5v5 MOBA, permainan video tersebut dianggap sebagai produk terpisah pada tuntutan yang diajukan oleh Riot Games kepada Moonton.[7]
Pada tanggal 6 April 2015, perusahaan ini meluncurkan permainan video pertamanya, yakni permainan pertahanan menara berjudul Magic Rush: Heroes. Setelah selesai mengembangkan permainan video tersebut, Moonton mengembangkan sebuah permainan multiplayer online battle arena (MOBA) yang kemudian diberi nama Mobile Legends.[12]
Mobile Legends diluncurkan secara beta di Brazil oleh Moonton dengan subjudul "5v5 MOBA" pada tanggal 14 Juli 2016, dan kemudian diluncurkan secara global pada bulan November 2016 (kecuali di Tiongkok).[13][butuh sumber yang lebih baik] Mobile Legends pun sangat populer di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, di mana permainan ini menjadi permainan gratis yang paling banyak diunduh oleh pengguna iPhone pada tahun 2017.[14][15] Permainan ini didistribusikan oleh Elex Tech di Amerika Serikat.[16]
Setelah diluncurkan, Riot Games menduga bahwa Mobile Legends meniru kekayaan intelektual dari League of Legends, dan meminta Google untuk menghapus permainan tersebut dari Google Play serta App Store. Moonton lalu menghapus permainan tersebut sebelum Google menghapusnya, dan kemudian meluncurkannya kembali dengan nama Mobile Legends: Bang Bang pada tanggal 9 November 2016.[17][18]
Ekspansi Asia Tenggara dan Pengembangan Esports (2017–2020)
Pada bulan Juli 2017, Riot Games mengajukan tuntutan kepada Moonton atas tuduhan pelanggaran hak cipta, karena ada kemiripan antara Magic Rush dan Mobile Legends dengan League of Legends.[19] Tuntutan tersebut akhirnya ditolak oleh Pengadilan Distrik Califoria Tengah dengan alasan forum non conveniens.
Kemudian, Tencent, induk Riot Games, mengajukan tuntutan baru yang ditujukan kepada CEO Moonton, Watson Xu Zhenhua (yang sebelumnya bekerja di Tencent sebagai salah satu pegawai senior) di Pengadilan Menengah Rakyat Shanghai No.1, atas tuduhan melanggar hukum yang terkait dengan Perjanjian Non-Kompetisi.[20] Pengadilan kemudian mengabulkan tuntutan Tencent pada bulan Juli 2018, dan Tencent pun mendapat ganti rugi sebesar US$2,9juta (RMB19,4 juta).[21]
Akuisisi ByteDance dan Ekspansi Global (2021–2023)
Pada tanggal 22 Maret 2021, pengembang TikTok, BABE, Resso dan Lark, ByteDance mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Moonton melalui anak usahanya, Nuverse dengan harga diperkirakan sekitar $4 miliar.[22] Tencent diberitakan juga mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Moonton, tetapi akhirnya dikalahkan oleh ByteDance.[23]
MPL diperluas secara internasional ke Brasil dan Kamboja pada Juli 2021.[24] Pada Agustus 2021, total akun yang terdaftar di MLBB melampaui 1 miliar. Perusahaan memberikan variasi pada penawaran kontennya dengan meluncurkan "Legends of Dawn - The Sacred Stone" pada Agustus 2021, serial animasi MLBB pertama yang mendapatkan 360 juta penayangan di berbagai platform secara global.[25]
Mobile Legends: Adventure memasuki pasar Jepang dan Korea Selatan pada 2021, menduduki posisi game gratis teratas Apple dan Google di kedua negara. Selama setahun penuh pada 2021, MLBB menempati peringkat pertama dalam grafik waktu penayangan esports mobile global dengan 386 juta jam penayangan.[26][27]
Sepanjang 2022-2023, MOONTON Games terus memperluas kehadiran esports secara global sambil mempertahankan dominasi di pasar Asia Tenggara. Acara esports perusahaan secara konsisten memecahkan rekor penayangan, dengan turnamen MLBB meraih berbagai posisi teratas dalam peringkat esports global.[28]
Perkembangan Terkini (2023–sekarang)
Pada April 2023, MOONTON Games membuka praregistrasi untuk Watcher of Realms, game RPG fantasi generasi berikutnya, dengan peluncuran beta publik pada Juli 2023 dan peluncuran platform penuh pada Oktober 2024.[29] Pada Agustus 2023, MOONTON Games meresmikan gedung kantor pusat barunya di Shanghai.[30]
Pada Januari 2024, MOONTON Games dan Esports World Cup Foundation menandatangani perjanjian kolaborasi multitahun, dengan MLBB dipilih sebagai game perdana untuk Esports World Cup.[31]
MLBB secara resmi diluncurkan di daratan Tiongkok pada Januari 2025, menandai masuknya game ini ke salah satu pasar game terbesar di dunia.[32] Perusahaan melanjutkan penawaran variasi produknya pada 2025 dengan Magic Chess: Go Go (Februari), Silver and Blood (Juni), dan Acecraft (Agustus).[33][34]
Pada Februari 2026, Diumumkan bahwa ByteDance sedang bernegosiasi dengan Savvy Games Group untuk menjual Moonton kepada perusahaan tersebut.[35] Kesepakatan ini diselesaikan pada tanggal 23 Maret 2026.[36]
↑Fakry Naras Wahidi (20 July 2018). "Fakta Kasus Tencent dan CEO Moonton". Radarempoa.com. ONE. Diakses tanggal 10 January 2020. Setelah tanya rekan yang kebetulan mantan karyawan Moonton, ternyata perusahaan permainan itu punya dua CEO, yaitu Xu Zhenhua (Watson) dan Justin Yuan.
↑白鲸出海 (26 November 2018). "沐瞳科技创始人袁菁解读《无尽对决》:从一天推广费亏30万美金到成为印尼国民手游"[Pendiri Moonton Technology, Yuan Jing, menjelaskan tentang "Mobile Legends: Bang Bang": Dari merugi $300.000 per hari untuk biaya promosi hingga menjadi game mobile nasional di Indonesia]. 卖家之家 (dalam bahasa Tionghoa). mjzj.com. Diakses tanggal 30 May 2020. 2015 年,沐瞳科技研发出了他们的第一款游戏,叫做《Magic Rush:Heroes》(魔法英雄),Google Play 和 Apple store 都在全球进行了推荐,巅峰时期的收入达到了一个月 900 多万美金。"这算是成功了。"袁菁说道。。。。在《Magic Rush:Heroes》这款游戏上,沐瞳科技积累了很多经验。首先,他们每一周都给用户提供新的体验、新的内容。其次,他们想各种办法去适应,迎合当地市场的文化、宗教甚至是移动网络。比如,在用户打赢游戏后,通常会出现"恭喜你赢了!"这几个字。。。