Monica Kezia Sembiring adalah seorang model dan pemegang gelar kontes kecantikan Indonesia yang dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2024.[1][2] Ia menjadi wakil Indonesia untuk ajang Miss World 2025 di India, dimana akhirnya meraih posisi 40 Besar.[3][4]
Kehidupan awal dan latar belakang
Monica Kezia Sembiring lahir pada 5 Januari 2002 di Bandung, dengan dibesarkan di Kota Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari ayah bernama Rezeki Sembiring Kembaren yang berasal dari Kutambaru, Kabupaten Langkat dan ibu bernama Debora Munthe yang berasal dari Kabanjahe, Kabupaten Karo.[5][6]
Di malam penobatan, Monica berhasil masuk ke babak finalis, hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang utama Miss Indonesia 2024.[1][2] Ia dimahkotai langsung oleh pendahulunya, Audrey Vanessa Susilo dari Sulawesi Utara dan Krystyna Pyszková, Miss World 2024 dari Republik Ceko. Dengan kemenangan ini, Monica menjadi wanita pertama dari Sumatera Utara yang berhasil meraih gelar Miss Indonesia sejak ajang ini pertama kali digelar.[5][6][7]
Sebagai pemenang Miss Indonesia 2024, Monica berhak untuk mewakili Indonesia di kontes kecantikan internasional, Miss World 2025. Kontes tersebut diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2025 di HITEX Exhibition Centre, Hydreabad, Telangana, India.[10][11]
Di acara-acara pra-final, Monica berhasil memenangkan jalur cepat Miss Talent untuk penampilan bakat musik―membuatnya secara langsung masuk dalam penempatan 40 Besar.[12][13] Di malam penobatan, ia tidak diumumkan berhasil masuk di babak pemotongan selanjutnya, sebelum kontes dimenangkan oleh Suchata Chuangsri dari Thailand.[14][15]
Di akhir acara, Monica juga diumumkan meraih penghargaan prestisius Beauty with a Purpose untuk proyeknya "Pipeline for Lifeline".[4][16] Proyek ini berfokus pada penyediaan air bersih, sanitasi, dan sistem perpipaan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia. Proyeknya diakui atas dampak positifnya terhadap masyarakat Ciseke di Padarincang, Serang, Banten, tempat proyek tersebut dilaksanakan. Proyek ini melibatkan pembangunan sistem air bersih menggunakan pipa dari mata air Cirahab. Inisiatif ini tidak hanya menyediakan air; tetapi juga bertujuan untuk memulihkan kesehatan, martabat, dan harapan bagi masyarakat.[4][17]