Selangor FA
Lahir di Tanjung Karang, Selangor, Malaysia Amri bergabung dengan Selangor FA pada tahun 2001 dan membantu Selangor FA ke treble (Premier League Malaysia, Piala FA Malaysia dan Piala Malaysia) pada tahun 2005.
Pemain dengan kaki kanan mewakili Malaysia di Olimpiade Laut 2003 di Hanoi, Vietnam, Asian Games Afro-Asia di Hyderabad, India pada bulan Oktober 2003, dan juga di Piala Tiger 2004 yang membantu Malaysia finis di urutan ketiga.
Amri menjadi pahlawan kultus saat ia mencetak gol emas melawan Sabah di Final Piala Malaysia 2002. Dia menjadi kapten tim Selangor FA dalam kampanye Liga Super Malaysia 2009.
Keikutsertaannya tumbuh secara signifikan setelah mencetak gol untuk Seleksi Malaysia dalam pertandingan eksibisi pra-musim pada tanggal 18 Juli 2009, melawan juara Inggris Manchester United. Yang terakhir berlari keluar pemenang 3-2.[1]
Amri adalah pemain serbaguna, setelah bermain di sejumlah posisi berbeda termasuk sebagai bek, pemain sayap, gelandang bertahan dan penyerang, dan striker.
Pada bulan November 2010, Amri dipanggil ke skuat nasional Malaysia oleh pelatih K. Rajagopal untuk Piala AFF 2010 Suzuki. Amri mencetak dua gol melawan Laos untuk memastikan kemenangan 5-1. Malaysia kemudian memenangkan gelar Suzuki AFF 2010 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Pada bulan Juli 2011, Amri dipanggil untuk mewakili Seleksi Malaysia melawan Chelsea.[2]
Pada tanggal 10 Agustus 2013, Amri sekali lagi hidup sampai reputasinya mencetak gol melawan klub asing atas dengan mencetak satu-satunya gol Malaysia dalam kekalahan 3-1 dari FC Barcelona selama Tur Asia 2013 mereka.[3]
Johor Darul Ta'zim
Amri menandatangani kontrak dengan Johor Darul Ta'zim FC pada musim 2014 setelah 12 tahun bersama Selangor, dengan gaji bulanan dilaporkan sekitar RM 85.000.[4] IPada musim yang sama, JDT menjadi juara Liga Super Malaysia, yang secara sempit menyalip mantan klub Amri Selangor dengan hanya 3 poin pada hari terakhir liga.[5]
Amri tetap populer dengan penggemar Selangor setelah kepindahannya, sampai dia merayakan gol melawan mereka dengan menari penuh pandangan para pendukungnya. Dikabarkan bahwa dia melakukan ini untuk memprotes Asosiasi Sepak Bola Selangor.[6] Selangor went on to win the game 4–1. He later issued an apology, which Selangor fans seem to have rejected, as he was booed upon his return to Shah Alam Stadium to face Selangor, with some supporters even throwing bottles at him when he came over to the Selangor supporters to applaud them.[7] Amri dilaporkan menangis setelah kejadian tersebut.[8] Namun, ia tetap sangat populer dengan penggemar Malaysia pada umumnya.