Mohammadong (lahir 9 Januari 1969) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Bupati Bangkalan periode 2003–2008 mendampingi RKH. Fuad Amin Imron sebagai Bupati. Pasangan Fuad–Mohammad terpilih melalui pemilihan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bangkalan pada 6 Januari2003 dengan memperoleh 42 dari 45 suara sah.[1]
Pelantikan Fuad Amin Imron dan Mohammadong sempat tertunda hampir dua bulan akibat adanya dugaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Fuad Amin Imron. Menteri Dalam Negeri saat itu, Hari Sabarno, menunda pelantikan hingga penyelidikan selesai. Setelah masalah dinyatakan tuntas, keduanya resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada 1 Februari 2003 di Pendopo Kabupaten Bangkalan.[1]
Dituntut mundur
Sekitar seribu orang dari Gerakan Rakyat Bangkalan dan Front Mahasiswa Bangkalan berunjuk rasa pada 31 Januari menuntut Wakil Bupati Bangkalan Mohammadong mundur karena dinilai jarang masuk kantor dan tidak mendukung kinerja Bupati Fuad Amin. Aksi long march dari Stadion Bangkalan menuju DPRD berakhir dengan audiensi 20 perwakilan demonstran bersama Wakil Ketua DPRD Zamhudi, yang berjanji membahas tuntutan itu dalam rapat Februari.
Sementara itu di Surabaya, kelompok Masyarakat Bangkalan Antipembodohan melaporkan dugaan korupsi dana pengungsi Sambas oleh Bupati Bangkalan ke Polda Jatim. Dana sebesar Rp300 ribu hingga Rp1 juta per orang disebut diselewengkan, dan Bupati diminta bertanggung jawab.[5]