Mofongo merupakan hidangan yang memiliki warisan budaya campuran, berakar dari tradisi Taíno, Afrika, Spanyol, dan Amerika Utara. Pada awal abad ke-16, penjelajah dan kolonialismeSpanyol tiba di Puerto Riko dan menaklukkan suku Taíno, penduduk aslipulau tersebut. Banyak dari mereka kemudian diperkerjakan secara paksa di perkebunan dan tambang emas. Ketika populasi Taíno menurun akibat kelaparan, penyakit yang dibawa orang Eropa karena dampak kolonialisme, Spanyol mulai mendatangkan orang-orang Afrika Barat yang diperbudak untuk menggantikan tenaga kerja. Menurut kokiJuan José Cuevas, yang menjabat sebagai eksekutif chef di restoran 1919 di Condado Vanderbilt Hotel, San Juan, Puerto Riko, orang-orang Afrika Barat memperkenalkan hidangan tradisional bernama fufu, yakni olahan lembut dari pisang raja, singkong, yang direbus lalu ditumbuk menggunakan lesung dan alu. Seiring waktu, pengaruh cita rasa Taíno dan Spanyol berpadu dengan hidangan tersebut, hingga akhirnya mofongo lahir sebagai hasil adaptasibudaya.[2]
Secara tradisional, Mofongo dibuat dari pisang raja hijau yang digoreng dan dihaluskan bersama bawang putih, garam, dan bahan lainnya. Namun, terdapat variasi yang menggunakan pisang raja rebus, terutama di beberapa daerah atau sesuai preferensi pribadi. Penggunaan pisang raja rebus akan menghasilkan tekstur dan rasa yang berbeda dibandingkan versi goreng. Pisang rebus cenderung memberikan tekstur lebih lembut dan halus, sementara pisang yang digoreng menghasilkan bagian luar yang lebih padat dan renyah. Versi rebus ini biasanya lebih jarang ditemui dan dianggap sebagai alternatif dari metode tradisional. Hidangan Mofongo dapat disesuaikan dengan bahan dan metode pengolahan, sehingga mencerminkan variasi dalam cara penyajian yang berkembang di berbagai komunitas dan selera lokal.[3]
Referensi
↑"Definition of MOFONGO". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.