Campuran oksida nitrogen diproduksi dengan melarutkan gas nitrogen oksida (NO) dalam dinitrogen tetroksida cair. Nitrogen oksida bereaksi dengan nitrogen dioksida, yang terdapat dalam dinitrogen tetroksida, untuk membentuk dinitrogen trioksida. Campuran yang dihasilkan berwarna biru kehijauan, sedangkan dinitrogen tetroksida tidak berwarna atau kuning kecokelatan. Fase cair MON tidak mengandung nitrogen oksida.[2]
N2O4 ⇌ 2NO2
NO2 + NO ⇌ N2O3
Berbagai macam komposisi tersedia, dan dapat dilambangkan sebagai MON i, di mana i merupakan persentase nitrogen oksida dalam campuran (misalnya MON3 mengandung 3% nitrogen oksida, MON25 25% nitrogen oksida). Batas atas adalah MON40 (40% berat). Di Eropa, MON 1,3 sebagian besar digunakan untuk sistem propulsi roket, sementara NASA tampaknya lebih menyukai MON 3. Persentase NO yang lebih tinggi mengurangi sifat korosif cairan, tetapi mengurangi potensi oksidasi dan meningkatkan biaya.
Penambahan oksida nitrat juga menurunkan titik beku ke suhu yang lebih diinginkan. Titik beku nitrogen tetroksida murni adalah −9°C (16°F), sedangkan MON3 adalah −15°C (5°F) dan MON25 adalah −55°C (−67°F).