Mesin Toyota GD adalah mesin diesel yang diproduksi oleh Toyota sejak tahun 2015. Menggantikan seri mesin Toyota KD, mesin ini dilengkapi dengan teknologi Economy with Superior Thermal Efficient Combustion (ESTEC).[1]. Mesin ini diklaim tidak akan terganggu untuk meminum solar biasa[2] maupun Dexlite, meski Pertamina merekomendasikan mesin ini untuk meminum Dex.
1GD-FTV
1GD-FTV memiliki silinder 4 segaris 2.8L (2755cc) common rail dengan variable nozzle turbocharger (VNT) dan Intercooler. Rasio kompresi 15.6:1. Diameter x langkah 92.0mm x 103.6mm. Menghasilkan tenaga 175–222 tenaga kuda (130–166kW)* pada 3400 rpm, dan torsi 420–550 newton meter (43–56kg⋅m)* 1400-2600 rpm dengan transmisi manual 6 percepatan dan otomatis 6 percepatan. Konsumsi bahan bakar rata-rata (dengan metode JC08) adalah 11.2km/l.[3]
2GD-FTV memiliki silinder 4 segaris 2.4L (2393cc) common rail dengan variable nozzle turbocharger (VNT) dan Intercooler. Rasio kompresi 15.6:1. Diameter x langkah 92.0mm x 90.0mm. Menghasilkan tenaga 150 tenaga kuda (110kW)* pada 3400 rpm, dan torsi 400 newton meter (41kg⋅m)* pada 1600-2000 rpm dengan transmisi otomatis 6 percepatan.[butuh rujukan][4]
Pada Kijang Innova, daya yang dihasilkan sama 150 tenaga kuda (110kW)*
pada 3400 rpm, namun torsi yang dihasilkan 367 kilogram meter (3.600N⋅m)* pada 1200-2600 rpm dengan transmisi otomatis 6 percepatan dan 349 kilogram meter (3.420N⋅m)* pada 1200-2800 rpm dengan transmisi manual 5 percepatan
Mesin 3GD-FTV berukuran 2.999cc (3,0L) diperkenalkan pada tahun 2026 dan digunakan pada Toyota Dyna / Hino Dutro dan Toyota Coaster / Hino Liesse II khusus pasar Jepang.[5][6] Mesin ini menghasilkan tenaga 144–167PS (142–165hp; 106–123kW) dan torsi 300–452N⋅m (221–333lb⋅ft; 31–46kg⋅m).