Merokok di Korea Selatan telah menurun secara keseluruhan baik untuk pria maupun wanita dalam beberapa dekade terakhir. Namun, prevalensi penggunaan tembakau yang tinggi masih terlihat, terutama dengan munculnya produk tembakau baru seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan tanpa dibakar. Terdapat ketimpangan sosial ekonomi dalam prevalensi merokok menurut jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan kelas pekerjaan.[1] Para pendukung menyerukan langkah-langkah untuk mengurangi tingkat merokok dan mengatasi kesenjangan merokok dengan menggunakan kombinasi kebijakan pengawasan dan pengendalian tembakau. Langkah-langkah ini meliputi kenaikan harga yang signifikan, foto peringatan wajib pada bungkus rokok, larangan iklan, insentif finansial, bantuan medis untuk berhenti merokok, dan larangan merokok sepenuhnya di tempat umum.[2]