Hypsipetes parvirostris atau disebut sebagai Grande Comore bulbul dalam bahasa Inggris adalah spesies burung penyanyi dalam famili Pycnonotidae. Burung ini ditemukan di KepulauanKomoro, Afrika timur.[1] Habitat aslinya adalah hutan pegunungan lembap subtropis atau tropis. Oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), burung ini dikategorikan spesies mendekati terancam.[2] Hingga tahun 2011, Moheli bulbul dianggap sebagai subspesies dari burung Grande Comore bulbul. Nama lain untuk spesies burung ini adalah Comoro bulbul dan Grand Comoro black bulbul.[3]
Deskripsi
Spesies burung ini bisa mencapai ukuran sekitar 18-22 cm dengan bobot tubuh seberat 33-46 gram.[4] Bagian atas tubuhnya berwarna hijau zaitun yang agak pudar, dan putih luas di perut dengan sapuan kuning, kemudian hampir putih polos pada bulu penutup ekor bagian bawah. Ia memiliki vokalisasi bervariasi yang khas pada merbah: siulan yang lebih dalam, kurang merengek tetapi lebih nyaring dan melengking daripada Malagasy bulbul (Hypsipetes madagascariensis), dan nada berkotek lebih rendah dan lebih teredam.[5]
Habitat
Burung ini merupakan spesies endemik di Komoro Besar. Habitatnya terbatas pada dataran tinggi di Komoro Besar, yaitu gunung Karthala dari ketinggian 500 meter hingga 1.850 meter dan La Grille yang di atas 500 meter.[6] Burung-burung yang berada di dalam hutan lebat di Gunung Karthala kemungkinan besar adalah Grande Comore bulbul. Mereka berada di hutan lembap (jarang berupa semak belukar), lahan terbuka, dan area terdegradasi di sekitarnya dari ketinggian 500 m hingga batas atas hutan. Habitatnya mirip dengan merbah madagaskar dan tumpang tindih di ketinggian tertentu. Burung yang berada di kisaran ketinggian di atas 1.000 meter kemungkinan besar adalah dia, setidaknya berdasarkan persebaran yang pernah diteliti. Namun, situasi mungkin berubah akibat habitatnya yang saat ini telah termodifikasi.[6]
Makanan
Grande Comore bulbul terutama memakan buah-buahan dan serangga. Mereka juga menyesuaikan pola makan mereka berdasarkan ketersediaan dan kelimpahan musiman.[4]
Perkembangbiakan
Mereka membangun sarang berbentuk cangkir di atas pohon sebagai tempat betina biasanya bertelur sebanyak dua butir. Grande Comore bulbul menunjukkan perilaku pengasuhan pada keturunannya.[4]
12Safford, Roger (2013). The Birds of Africa: The Malagasy Region: Madagascar, Seychelles, Comoros, Mascarenes. Frank Hawkins, John Gale, Brian Small. London: Bloomsbury Publishing Plc. ISBN978-1-4729-8289-6.