Hypsipetes leucocephalus atau juga dikenal sebagai Himalayan black bulbul atau Asian black bulbul, adalah spesies burung pengicau dari keluarga Pycnonotidae. Burung ini ditemukan terutama di pegunungan Himalaya, wilayahnya membentang dari Pakistan ke timur hingga Asia Tenggara. Burung ini adalah spesies tipe dari genus Hypsipetes, yang diperkenalkan oleh Nicholas Aylward Vigors pada awal tahun 1830-an. Terdapat sejumlah subspesies, yang sebagian besar bervariasi dalam warna bulu tubuh yang berkisar dari abu-abu hingga hitam, dan beberapa juga muncul dalam bentuk berkepala putih, sebagaimana juga ditunjukkan oleh julukan spesifiknya leucocephalus, yang secara harfiah berarti "kepala putih". Kaki dan paruhnya selalu berwarna oranye-merah tua.[1]
Deskripsi
Black bulbul merupakan burung penyanyi berukuran sedang, panjangnya bisa mencapai 24-25 cm.[1] Burung ini memiliki bulu yang didominasi warna gelap, jambul yang sangat pendek, serta paruh dan kaki berwarna merah tua. Ekor dan paruh yang panjang memberikan tampilan fisik yang memanjang. Warna kepala sangat bervariasi di seluruh area persebarannya, mulai dari putih, abu-abu tua, hingga hitam. Sering bermigrasi dalam kawanan besar, yang bergerak dengan berisik di antara pohon-pohon yang berbuah. Burung ini paling umum ditemukan di hutan cemara berdaun lebar dan hutan gugur campuran, tetapi juga sering mengunjungi kebun dan hutan dataran rendah. Sangat berisik, dengan repertoar yang luas dan mampu mengeluarkan berbagai macam suara, mulai mencicit, berceloteh, bersiul, dan banyak lagi.[2]
Taksonomi dan sistematika
Black bulbul secara resmi dideskripsikan pada 1789 oleh naturalis Jerman Johann Friedrich Gmelin dalam edisi revisi dan perluasan Systema Naturae karya Carolus Linnaeus. Ia menempatkannya bersama anis (burung) dalam genus Turdus dan menciptakan nama binomial Turdus leucocephalus.[3] Gmelin mendasarkan catatannya pada "Le Merle Dominiquain de la Chine", sejenis burung berkepala putih dari Tiongkok yang telah dideskripsikan pada 1782 oleh naturalis PrancisPierre Sonnerat.[4] Lokasi tipe kemudian dibatasi di Guangzhou (sebelumnya Kanton) di Tiongkok.[5]Black bulbul sekarang menjadi salah satu dari 19 spesies yang ditempatkan dalam genus Hypsipetes yang diperkenalkan pada tahun 1831 oleh ahli zoologi Irlandia Nicholas Vigors.[6] Nama genusnya menggabungkan kata Yunani Kunohupsi yang berarti "tinggi" dengan petēs yang berarti "penerbang". Julukan khusus leucocephalus berasal dari bahasa Yunani kuno leukokephalos yang berarti "berkepala putih" (dari kata leukos "putih" dan -kephalos "berkepala").[7]Black bulbul sebelumnya dianggap memiliki spesifisitas biologis yang sama dengan Malagasy bulbul.[5][8] Nama umum "Black bulbul" juga digunakan sebagai nama alternatif untuk Malagasy bulbul (Hypsipetes madagascariensis). Sebelumnya, Square-tailed bulbul juga diklasifikasikan sebagai dua subspesies dari Black bulbul.
12Cottrell, G. William,; Cottrell, G. William; Greenway, James C.; Mayr, Ernst; Paynter, Raymond A.; Peters, James Lee; Traylor, Melvin A.; University, Harvard (1960). Check-list of birds of the world. Vol.v.9 (1960). Cambridge: Harvard University Press. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)