Mengkirai, atau mengkurai adalah spesies tumbuhan berbunga dari keluarga rami, Cannabaceae. Di pelbagai daerah, ia juga memiliki nama lain, seperti; anggrung (Jw.); kuray (Sd.); angghrung (Mdr.); lenggung (Bl.) bengkire (Ach.); bongkoreyon (Btk.) mangkirai (Mng.) kemirei (Mly.); kutu, dehong, ngawoi, kawaemogane, bono, wulaya (ragam bhs.Sulawesi); mumusut (Ambon); rufu (Trnt.) luwi (Tdr.).[5][6][7]
Kayunya relatif lunak dan mudah terbakar saat kering. Kayu ini cocok dalam pembuatan kertas dan pulp,[8][9] menghasilkan kertas dengan daya tahan tarik yang baik dan daya tahan lipat.[8] Kulit kayu juga dapat digunakan untuk membuat benang atau tali, dan dapat pula digunakan sebagai senar pancing kedap air.[10][11] Di India dan Tanzania, kayu digunakan untuk membuat arang.[11]
Dalam studi farmakologis baru-baru ini, ekstrak air dari kulit batang telah terbukti mengurangi kadar gula darah dalam model hewan percobaan diabetes mellitus, dan mungkin berguna untuk mengobati penyakit ini.[13] Ekstrak dari daun spesies terkait (T. guineense dan T. micrantha) menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, anti-rematik dan analgesik pada hewan pengerat,[14] dengan kemungkinan bahwa T. orientalis dapat menghasilkan hal yang serupa.
Ekologi
Pohon ini memiliki dampak ekologis yang tinggi dengan setidaknya 14 spesies kupu-kupu memanfaatkan pohoni sebagai makanan larvanya.[10] Beberapa spesies burung memakan buah atau memakan serangga berlimpah yang hidup di pohon ini. Merpati sering bersarang di pohon ini di mana mereka memakan buah pohon ini.[10] Daun segarnya juga dipakai sebagai pakan sapi, kerbau dan kambing di Filipina.[8][12]
Pohon ini adalah spesies yang cepat tumbuh dan kadang ditemukan di tanah yang rusak dan tercemar.[6] Mengkirai adalah spesies perintis yang dapat tumbuh di tanah yang buruk dan dapat digunakan untuk regenerasi kawasan hutan bekas pertambangan.[6] Mengkirai juga pengikat nitrogen yang baik dan dengan demikian dapat meningkatkan kesuburan tanah untuk tumbuhan lainnya.[12]
↑Under its treatment of Trema orientalis (from its basionym of Celtis orientalis), this plant name was first published in Museum Botanicum 2: 62. 1852. "Name - Trema orientalis (L.) Blume". Tropicos. Saint Louis, Missouri: Missouri Botanical Garden. Diakses tanggal November 2, 2011.
↑The basionym of T.orientalis, Celtis orientalis was originally described and published in Species Plantarum 2: 1044. 1753. "Name - Celtis orientalis L."Tropicos. Saint Louis, Missouri: Missouri Botanical Garden. Diakses tanggal November 2, 2011. Type-Protologue: Locality: Habitat in Indiis: Distribution: Sri Lanka
12GRIN (May 29, 2007). "Trema orientalis information from NPGS/GRIN". Taxonomy for Plants. National Germplasm Resources Laboratory, Beltsville, Maryland: USDA, ARS, National Genetic Resources Program. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-15. Diakses tanggal November 2, 2011. Comment: although treated [at GRIN] as feminine, in accordance with botanical tradition (Vienna ICBN Art. 62.1), the genus is of neuter gender according to NCU-3
12345Orwa, C; A Mutua; Kindt R; Jamnadass R; S Anthony (2009). "Trema orientalis". World Agroforestry Centre. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-27. Diakses tanggal 2010-03-09.
1234Malan, Christien; Notten, Alice (April 2005). "Trema orientalis". South African National Biodiversity Institute. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-29. Diakses tanggal 2 March 2010.
123Eckman, Karlyn; Hines, Deborah A. (1993). "Trema orientalis". Indigenous multipurpose trees of Tanzania: uses and economic benefits for people. FAO Forestry Department. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-16. Diakses tanggal 2010-03-02.
↑Barbera, R.; Trovato, A.; Rapisarda, A.; Ragusa, S. (1992). "Analgesic and antiinflammatory activity in acute and chronic conditions of Trema guineense (Schum. et Thonn.) Ficalho and Trema micrantha Blume extracts in rodents". Phytotherapy Research. 6 (3): 146. doi:10.1002/ptr.2650060309.