Melocactus azureus adalah spesies kaktus. Tumbuhan ini endemik di Brasil, di mana ia hanya ditemukan di Bahia. Spesies ini berlimpah secara lokal namun populasinya terfragmentasi dan rentan terhadap degradasi habitat.[1]
Deskripsi
Melocactus azureus memiliki epidermis berwarna biru es yang mencolok. Batangnya yang berbentuk silinder memiliki tinggi (9-)14-30(-45) cm dan diameter 14-20 sentimeter, berwarna hijau, hijau keabu-abuan, namun tidak pernah glaukus seperti subspesies Melocactus azureus ferreophilus, dengan musilago yang terdapat di jaringan kortikal. Kaktus ini memiliki 9-10 rusuk dan duri-durinya berwarna hitam hingga kemerahan yang dilapisi warna abu-abu; beberapa duri pada bibit berbentuk kait, sementara duri tengah sedikit melengkung hingga lurus dan duri radialnya sangat kuat. Bunganya berukuran kecil, panjang 15-23 mm dan diameter 4-11 mm, berwarna merah muda hingga magenta, dan berbunga dari musim semi hingga akhir musim gugur. Buahnya kecil, berwarna putih hingga merah muda pucat dan bijinya halus. Kaktus ini memiliki jumlah kromosom 2n = 44.[2]
Habitat
Melocactus azureus adalah endemik di Brasil bagian tengah, utara, dan timur pada ketinggian 450-800 meter di atas permukaan laut. Spesies ini memiliki jangkauan yang kecil dan hanya ditemukan di singkapan batu kapur dataran rendah. Kaktus ini muncul dalam populasi yang terfragmentasi dengan jumlah mulai dari beberapa ratus hingga jutaan. Ancaman utama bagi spesies ini adalah hilangnya habitat akibat pertanian; vegetasi hancur ketika hutan caatinga di sekitarnya dibuka, menyebabkan penurunan populasi liar. Perubahan ini juga berdampak pada singkapan tempat spesies ini tumbuh, sehingga membuatnya rentan terhadap spesies invasif.[2]
Budidaya
Melocactus azureus memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat dalam kondisi terbaik. Kaktus tropis ini tidak direkomendasikan untuk pemula karena tidak mudah untuk ditanam. Kaktus ini tumbuh dengan baik di tanah campuran kaktus standar yang sangat berpori. Kaktus ini lebih menyukai cahaya yang sangat terang, namun tidak sebanyak kaktus yang tumbuh di lingkungan gersang pada umumnya.[2]