Inventori Burnout Maslach (dalam bahasa Inggris: Maslach Burnout Inventory, disingkat: MBI) adalah instrumen psikologis yang digunakan untuk menilai tingkat kelelahan kerja (occupational burnout) pada individu.[1] Alat ukur ini dikembangkan oleh Christina Maslach dan Susan E. Jackson dengan tujuan mengidentifikasi pengalaman dan gejala kelelahan emosional, depersonalisasi, serta penurunan pencapaian pribadi yang dialami seseorang dalam konteks pekerjaan.[2] Instrumen ini terdiri atas 16 hingga 22 butir pertanyaan dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh menit.[3]
Sejarah dan Pengembangan
MBI pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 sebagai alat untuk mengukur klelahan kerja pada tenaga layanan manusia. Seiring meningkatnya minat terhadap penelitian mengenai burnout di berbagai profesi, MBI kemudian dikembangkan menjadi beberapa versi yang disesuaikan dengan konteks pekerjaan yang berbeda. Saat ini, terdapat tiga versi utama MBI, yaitu: MBI-HSS (Human Services Survey) untuk tenaga layanan manusia, MBI-HSS (MP) (Human Services Survey for Medical Personnel) untuk tenaga medis, MBI-ES (Educators Survey) untuk tenaga pendidik, MBI-GS (General Survey) untuk pekerja di berbagai bidang umum, dan MBI-GS (S) (General Survey for Students) untuk pelajar dan mahasiswa. Perkembangan versi ini memungkinkan MBI digunakan dalam berbagai bidang profesi, dari sektor publik hingga swasta, serta dalam konteks pendidikan dan penelitian akademik.[4][5][6][7]
Dimensi
Inventori Burnout Maslach mengukur burnout berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu: Kelelahan emosional (emotional exhaustion), yang menggambarkan perasaan lelah secara emosional akibat tekanan dan tuntutan pekerjaan yang berlebihan, depersonalisasi (depersonalization), yang menunjukkan sikap sinis, menjauh, atau kehilangan empati terhadap rekan kerja maupun penerima layanan, pencapaian pribadi (personal accomplishment), yang berkaitan dengan sejauh mana individu merasa kompeten, efektif, dan berhasil dalam pekerjaannya.[3]
Model Teoretis dan Penggunaan
Dalam kerangka model Job Demands-Resources (JD-R),[8] MBI digunakan untuk meneliti hubungan antara tuntutan pekerjaan (job demands) dan sumber daya kerja (job resources). Model ini menunjukkan bahwa kelelahan emosional muncul ketika beban kerja tinggi tidak diimbangi dengan dukungan dan sumber daya yang memadai.[9][10][11] MBI telah divalidasi dan digunakan pada berbagai kelompok profesi, termasuk tenaga layanan manusia,[12][13][14] tenaga pendidik,[15][16][17] serta pekerja umum.[18][19][20][21] MBI umumnya dikombinasikan dengan Areas of Worklife Survey (AWS) untuk menilai tingkat kelelahan kerja bersamaan dengan konteks lingkungan kerja, seperti beban kerja, kontrol, penghargaan, nilai, komunitas, dan keadilan di tempat kerja.[22]
Kritik
Meskipun banyak digunakan dalam penelitian, MBI mendapat sejumlah kritik terkait dasar teoretis dan validitas psikometrik. Peneliti Wilmar Schaufeli (2003)[23] menilai bahwa MBI tidak sepenuhnya berlandaskan observasi klinis yang kuat, melainkan dikembangkan secara induktif melalui analisis faktor terhadap kumpulan item yang arbitrer. Beberapa penelitian menemukan bahwa Inventori Burnout Maslach (MBI) memiliki kendala pada validitas faktorial dan invariansi pengukuran, sehingga hasilnya tidak selalu konsisten di berbagai kelompok profesi. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap kemampuan MBI dalam menggambarkan kelelahan emosional sebagai sindrom psikologis yang utuh. Dua meta-analisis menunjukkan bahwa subskala kelelahan emosional memiliki reliabilitas tinggi, sedangkan subskala depersonalisasi dan pencapaian pribadi cenderung kurang stabil, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan ketepatan dan keandalan instrumen ini.[24][25][26]
Referensi
↑Maslach, Christina; Jackson, S. E. (1979). "Maslach Burnout Inventory". PsycTESTS Dataset. Diakses tanggal 2025-11-10.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.