Masjid Jami (bahasa Arab:مسجد جامعcode: ar is deprecated ) adalah sebuah masjid yang terletak di sebelah timur High Park di Toronto, Ontario, Kanada. Masjid ini merupakan pusat Islam Kanada tertua di kota ini hingga dijuluki "Induk dari seluruh masjid di Toronto".[1][2][3]
Sejarah
Bangunan ini dibangun tahun 1930 yang difungsikan sebagai sebuah gereja Presbiterian yang dikenal sebagai "Presbytarian High Park".[4] Pada 1969, bangunan ini dibeli oleh komunitas muslim yang berbasis di Toronto yang sebagian besar terdiri dari orang Bosnia dan Albania,[1] kemudian diubah fungsinya menjadi pusat peribadatan muslim pertama di kota tersebut.[3]
Perkumpulan masjid Jami dibentuk pada 1961. Bangunan yang kini menjadi masjid tersebut dibangun pada 1930, dirancang oleh John Francis Brown & son yang kelak dikenal sebagai "Presbytarian High Park".[5] Komunitas muslim di Toronto memperoleh dukungan keuangan dari Raja Faisal dari Arab Saudi untuk membeli bangunan gereja tersebut senilai $125,000 pada 1969, kemudian diubah fungsinya menjadi tempat ibadah bagi para jemaah perkumpulan masjid, sekaligus menjadikannya sebagai masjid permanen pertama di Toronto.[3]
Kontroversi
Pada 2004, sebuah organisasi layanan keagamaan Yahudi yang bernama B'nai Brith menyatakan keprihatinannya ketika Imam Masjid Jami pada saat itu Ibrahim Hussein Malabari, mengundang Abdurrahman as-Sudais datang ke sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Islam Amerika Utara. Dalam sebuah pernyataan, Abdurrahman as-Sudais menggambarkan nilai-nilai yang merendahkan orang-orang dari umat Yahudi, yang mengakibatkan timbulnya kecaman dari kelompok Yahudi.[6]
Pada 2017, Masjid Jami diketahui melakukan pengumpulan dana yang secara tidak langsung digunakan untuk membiayai organisasi sayap bersenjata Hizbul Mujahideen yang termasuk ke dalam daftar organisasi terlarang di Kanada. Sehingga, pihak berwenang Layanan Islam Kanada (ISNA) memberikan sanksi denda sebesar 500,000 dolar Kanada. Badan Pendapatan Kanada menyatakan bahwa, dana masyarakat mungkin secara langsung atau tidak langsung telah digunakan untuk mendukung upaya politik Jamaat-e-Islami dan/atau sayap bersenjata organisasi Hizbul Mujahideen.[7][8]