María Corina Machado adalah seorang politikus, insinyur, dan aktivis asal Venezuela. Ia lahir pada 7 Oktober 1967 di Caracas. María Corina Machado dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi utama terhadap pemerintahan Hugo Chávez dan NicolásMaduro. Ia juga figur liberal-konservatif yang sangat menekankan pentingnya pasar bebas, investasi asing, serta perlindungan hak kepemilikan.
Selain aktif di dunia politik, ia turut mendirikan organisasi Súmate, sebuah gerakan masyarakat sipil yang berperan besar dalam memantau pemilu di Venezuela. Machado juga kerap mendapat tekanan, ancaman, bahkan larangan politik dari rezim yang berkuasa karena sikap kritisnya. Pada tahun 2014, ia pernah dicopot dari kursinya di Majelis Nasional setelah menentang Maduro di forum internasional. Meski menghadapi berbagai rintangan, ia tetap menjadi salah satu suara paling lantang yang menyerukan demokrasi dan kebebasan di Venezuela. Pada tahun 2025, ia dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian "atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi." [1]
Latar belakang pendidikan
Machado merupakan insinyur industri lulusan Universidad Católica Andrés Bello, salah satu universitas ternama di Venezuela. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di bidang manajemen di IESA (Instituto de Estudios Superiores de Administración), lembaga pendidikan bisnis terkemuka di negara tersebut. Tidak berhenti di sana, ia juga mengikuti program akademik di Universitas Yale, Amerika Serikat, yang memperluas wawasannya tentang ekonomi, politik, dan kepemimpinan global. Latar belakang pendidikannya ini menjadi fondasi penting dalam membentuk pandangan politik dan ekonominya yang pro-pasar serta berorientasi pada demokrasi liberal.
Karier politik
Pada pemilihan parlemen 2010, Machado terpilih sebagai anggota Majelis Nasional (National Assembly) mewakili negara bagian Miranda. Dia memperoleh suara terbanyak dari semua kandidat dalam pemilihan tersebut.[2] Kariernya di parlemen ditandai dengan kritik keras terhadap pemerintah chavista, terutama terkait pelanggaran hak asasi dan masalah ekonomi. Pada 2012, dia ikut dalam pemilihan pendahuluan (primary) oposisi untuk calon presiden, meskipun tidak menang besar (tempat ke-3) dengan persentase agak rendah. Machado mendirikan partai politik Vente Venezuela sekitar tahun 2012. Dia menjadi koordinator nasionalnya. Dia terus menolak berbagai bentuk kompromi dengan rezim Maduro, mengambil sikap keras terhadap pelanggaran demokrasi dan hak warga.[3]
Pada 2014, setelah Machado berbicara di Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) sebagai perwakilan alternatif dari Panama untuk mengkritik situasi HAM di Venezuela, Majelis Nasional (yang dikuasai pemerintah) mencabut statusnya sebagai anggota parlemen. Mereka menganggap tindakan itu melanggar konstitusi.[4]
Kontestasi terkini
Pada 30 Juni 2023, Machado dinyatakan dihabiskan/di-disqualify untuk memegang jabatan publik selama 15 tahun oleh Biro Pemeriksa Keuangan (Comptroller General) Venezuela karena tuduhan dukungan terhadap sanksi internasional dan keterlibatan dalam aktivitas yang dianggap melanggar aturan. Meskipun begitu, ia masih tetap memenangkan suara terbanyak.[5] Pemerintah dan pengadilan tertinggi Venezuela menolak pencalonannya dalam pemilu presiden Juli 2024 berdasarkan larangan tersebut. Setelah pencalonannya diblok, Machado mendukung calon pengganti dari koalisi oposisi (pertama Corina Yoris, lalu Edmundo González Urrutia) dalam pemilu tersebut.
Di tahun 2024, Machado menghadapi penahanan sementara dan ancaman keamanan. Dia pernah “berada dalam persembunyian” karena takut akan keselamatan diri dan keluarganya. Dia juga melakukan kampanye luar biasa, mencoba mengawasi pemungutan suara dan mengumpulkan bukti dari lembar suara “tally sheets” yang banyak untuk memastikan transparansi pemilu. Machado menyerukan boikot terhadap pemilu parlemen dan pemilihan gubernur yang diselenggarakan rezim, karena dianggap tidak adil dan tidak menjamin hasil yang sah.[3][6]
Dampak dan pengaruh
Terlepas dari berbagai larangan dan intimidasi, Machado dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme yang ada di Venezuela. Banyaknya dukungan dari rakyat kepadanya menjadi bukti ketika ia tetap memenangi pemilihan pendahuluan oposisi 2023 dengan mayoritas mutlak, meski tahu dirinya berisiko didiskualifikasi.
↑Chronicles, Caracas (16 Maret 2025). "The Making of María Corina Machado". Caracas Chronicles (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 27 September 2025.
12"Maria Corina Machado". The Geneva Summit for Human Rights and Democracy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 27 September 2025.