Manyar adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik. Manyar mengalami urbanisasi yang pesat karena lokasinya berbatasan langsung dengan ibu kota kabupaten di selatan. Banyak kawasan industri besar yang berdiri di kecamatan ini seperti kawasan industri Maspion, PT KIAS, dan JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate). JIIPE sendiri berstatus Kawasan Ekonomi Khusus dan merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur.[1] Kawasan industri di Manyar juga dilengkapi lahan reklamasi di Selat Madura serta fasilitas pelabuhan.[2] Beberapa pabrik terkenal di Manyar di antaranya PT Karunia Alam Segar (pabrik makanan merk Mie Sedaap) hingga Smelter Freeport Indonesia.[3]
Selain dikenal dengan industrinya, Manyar juga merupakan salah satu kecamatan dengan areal tambak terluas di Gresik, sehingga membuatnya menjadi sentra produksi bandeng dan udang.[4] Selain itu, kecamatan ini juga pernah memiliki tambang kapur yang sekarang telah diubah menjadi obyek wisata yaitu Bukit Kapur Suci.[5] Manyar juga dikenal sebagai salah satu lokasi penyebaran Islam pertama di Nusantara dengan adanya Situs Makam Leran di Desa Leran. Di dalam situs tersebut terdapat makam Fatimah binti Maimun yang apabila dilihat dari nisannya menunjukkan angka 475 H atau 1082 M, sehingga menjadi makam Islam tertua di Indonesia.[6]
Manyar adalah kecamatan yang dilintasi jalur-jalur strategis seperti Jalan Pantura, Jalan Tol Surabaya-Gresik, dan Jalan Tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar dan terdapat Exit Tol Manyar.[7] Di utara kecamatan terdapat Desa Sembayat yang berbatasan dengan Bungah, tetapi dipisahkan oleh Bengawan Solo. Di atas sungai tersebut dibangun Jembatan Sembayat dan di dekatnya terdapat Pasar Sembayat yang ramai. Manyar merupakan kecamatan terluas kedua di Gresik, setelah Sangkapura yaitu sekitar 95 km². Tidak hanya itu, jumlah penduduknya juga terbanyak kedua setelah Menganti atau sekitar 122 ribu jiwa pada tahun 2024.[8]
Geografi
Peta administrasi Manyar
Manyar adalah kecamatan di Kabupaten Gresik yang terletak di tengah. Manyar merupakan kecamatan terluas kedua di Gresik setelah Sangkapura. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah dan didominasi oleh areal pertambakan. Namun seiring waktu, wilayah tambak di Manyar mulai bergeser menjadi pemukiman dan industri terutama di bagian selatan. Manyar memang merupakan salah satu daerah penyangga dari ibu kota Gresik.
Manyar dilintasi banyak sungai yang menyediakan air yang melimpah untuk tambak. Beberapa sungai penting di Manyar yaitu Bengawan Solo yang menjadi perbatasan dengan Bungah di utara. Selain itu, juga terdapat Kali Mireng yang muaranya berada di dekat kawasan industri JIIPE. Bagian timur Manyar berbatasan dengan Selat Madura yang banyak dibangun proyek reklamasi untuk kawasan industri dan pelabuhan.
Batas wilayah Kecamatan Manyar adalah sebagai berikut:[8]
Menurut beberapa sumber referensi, Manyar berasal dari gabungan kata Lemah dan Anyar yang berarti "tanah baru". Sebagian wilayah Manyar, terutama Desa Manyar memang berupa delta sungai atau daratan baru hasil sedimentasi dari aliran sungai Bengawan Solo. Karena wilayahnya yang berupa delta membuat Manyar memiliki areal tambak yang luas seperti sekarang ini. Nama kecamatan ini diambil dari Desa Manyar yang sekarang telah terpecah menjadi tiga yaitu Desa Manyarejo, Manyar Sidomukti, dan Manyar Sidorukun. Sedangkan sumber lainnya menyatakan Manyar berasal dari nama burung manyar yang memang banyak dijumpai di kawasan sawah dan rawa di Pulau Jawa.[9]
Manyar merupakan salah satu titik penyebaran Islam pertama di Pulau Jawa dengan adanya bukti berupa nisan kubur Islam dari Fatimah binti Maimun berangka tahun 475 H atau 1082 M. Makam tersebut berada di kawasan Situs Makam Leran bersama makam-makam lainnya, sedangkan nisannya sekarang disimpan di Museum Trowulan. Nama tersebut dihubungkan dengan Putri Dewi Suwari dari Leran dalam buku Sajarah Banten yang ditulis pada abad ke-17. Dalam karya tersebut, beliau ditunangkan dengan raja terakhir Majapahit pada masa awal-awal penyebaran Islam di Pulau Jawa.[6][10]
Galeri
Makam Leran
Komplek makam Leran
Makam Putri Dewi Suwari
Nisan Fatimah binti Maimun
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Manyar terdiri dari 23 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
PT Karunia Alam Segar (pabrik mie merk Mie Sedaap)
Fasilitas kesehatan
RS Fathma Medika
RSU Rachmi Dewi
Klinik Satelit Kalimantan
Puskesmas Manyar
Puskesmas Sukomulyo
Puskesmas Sembayat
Kebudayaan
Sanggring Gumeno
Sanggring Gumeno
Desa Gumeno di Manyar memiliki tradisi turun temurun bernama Sanggring. Tradisi ini rutin dilakukan pada malam ke-23 bulan Ramadan dan telah dilakukan selama lebih dari 500 tahun. Sanggring adalah kegiatan memasak hidangan berupa "kolak ayam" dengan bahan ayam dan berbagai rempah-rempah seperti gula merah, jintan, santan, bawang daun, dan lainnya. Yang unik adalah, juru masak semuanya merupakan kaum laki-laki dalam keadaan suci dan menggunakan tungku kayu bakar. Menurut cerita masyarakat, tradisi ini dimulai dari kisah Sunan Dalem (putra Sunan Giri) yang mengalami sakit. Beliau mendapatkan petunjuk untuk membuat ramuan berupa kolak dari ayam beserta bahan lainnya sehingga berhasil sembuh seperti sedia kala.[11]
Sego Roomo
Sego Roomo
Sego roomo adalah kuliner khas dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar yang menjadi hidangan ikonik dari Gresik. Kudapan ini terbuat dari nasi atau lontong yang diwadahi daun pisang. Nasi tersebut dihidangkan bersama sayuran dan kerupuk kemudian disiram dengan bubur khas berwarna oranye. Bubur roomo terbuat dari campuran tepung beras, santan, udang, dan rempah-rempah lainnya. Dan terakhir, nasi roomo ditaburi dengan koya yang terbuat dari kelapa sangrai. Pembeli juga dapat meminta ditambahkan sambal sesuai selera. Kuliner ini telah menyebar ke berbagai wilayah di Gresik termasuk daerah kota.[12]