Mansur lahir di Kamang Mudik, Agam pada 15 Juni 1908 dari pasangan Muhammad Siddik Dt. Rajo Sikumbang dan Siti Salehah. Siddik merupakan anak Haji Abdul Manan, pahlawan dalam Perang Belasting di Kamang.[1]
Setelah menamatkan pendidikan di Jaho, Buya Mansur ditugaskan mengajar di MTI Sumani. Pada 1930, ia pulang ke kampungnya dan mendirikan MTI Kampung Baru (kini PP YATI Kamang Mudik).[6] Sambil membina madrasah di Kamang, Buya Mansur juga menjadi pengajar di MTI Canduang dan Kulliyah Syar'iyah atas permintaan Syekh Sulaiman ar-Rasuli.[7]
Perjuangan dan karier
Buya Mansur aktif dalam beberapa kegiatan dan jabatan di Perti. Selama masa revolusi kemerdekaan Indonesia, ia menjadi salah satu pimpinan Lasykar Muslimin Indonesia (Lasymi).[8] Pada Kongres Besar Perti tahun 1953, ia memangku jabatan sebagai ketua dewan pendidikan.[9] Buya Mansur juga terpilih sebagai anggota Konstituante pada 1956-1959 melalui Pemilu 1955.[10] Selain Perti, Buya Mansur ikut serta dalam perintisan Nahdlatul Ulama (NU) di Sumatera Barat.[11]
Pada 1958, Buya Mansur dipilih sebagai ketua Mahkamah Syar'iyah Sumatra Tengah menggantikan Syekh Sulaiman ar-Rasuli. Mahkamah yang dipimpin Syekh Sulaiman waktu itu masih belum memiliki landasan hukum dan sempat tidak aktif selama PRRI. Mahkamah pimpinan Buya Mansur didirikan berdasarkan PP no. 45 Tahun 1957 dan Kepmenag No. 58 Tahun 1957. Pada masa kepemimpinan Buya Mansur, kantor Mahkamah Syar'iyah Provinsi berpindah dari Bukittinggi ke Padang.[12]
Setelah jabatannya di Mahkamah Syar'iah berakhir, Buya Mansur diangkat sebagai Kepala Pengawas Peradilan Agama oleh Departemen Agama pada 1963-1969. Pada 1967-1973, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol di Bukittinggi. Selama menjadi dekan, ia juga diangkat menjadi Ketua Presidium IAIN Imam Bonjol Padang pada 1971.[13]
Buya H. Mansur Dt. Nagari Basa wafat pada 25 Maret 1997. Ia dimakamkan di halaman PP YATI Kamang Mudiak.[14]
Karya tulis
Berikut beberapa karya tulis Buya H. Mansur Dt. Nagari Basa.[13][15]
Bahri, Saeful (2019). "Intelektualitas Sebagai Akar Persatuan Muslim: Studi Terhadap Misbah al-Zhalam Karya Syaikh Haji Mansur Datuak Nagari Basa (1908-1997)". Tawazun. 12 (2): 250–277. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Kementerian Penerangan Republik Indonesia (1954). Kepartaian dan Parlementaria Indonesia. Jakarta. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
Koto, Alaidin (2012). Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: Rajawali Pers. ISBN978-602-425-230-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Pengadilan Tinggi Agama Padang (2012). Peradilan Agama di Ranah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah: Profil Ulama dan Tokoh Peradilan Agama Sumatera Barat. Padang: MB Design.