Sistem internasional
Waltz menulis bahwa dua tingkat sebelumnya secara umum tidak terlalu penting bila dibandingkan dengan tingkat ketiga, tetapi tetap saja penting dalam menentukan penyebab perang. Tingkat ketiga menjelaskan kerangka politik dunia, sedangkan tingkat kedua menjelaskan hal-hal yang menentukan kebijakan suatu negara. Tingkat ketiga memandang bahwa penyebab perang adalah sesuatu yang sistemik, yaitu struktur sistem internasional yang anarkis. "Anarki" di sini bukan berarti kekacauan, melainkan tidak adanya lembaga berdaulat yang mengatur interaksi negara-bangsa.
Berbeda dengan sistem domestik memungkinkan warga bergantung kepada pihak berwenang untuk melindungi diri dan propertinya, apabila sebuah negara dijajah dan menelepon nomor darurat, belum tentu ada yang menjawab. Perbandingannya, dua warga negara yang berselisih bisa meminta bantuan pengadilan untuk menetapkan putusan akhir dan pihak berwenang untuk memastikan putusan tersebut dijalankan. Sementara itu, di tingkat internasional, tidak ada lembaga di atas negara-bangsa yang dapat menetapkan aturan atau hukum untuk semua negara, memutuskan pelaksanaannya dalam kasus-kasus tertentu, dan memaksa negara mematuhi putusan pengadilan.
Akibatnya, apabila ada isu yang dianggap penting oleh sebuah negara, negara tersebut dapat menyelesaikannya dengan memanfaatkan kekuasaan untuk memaksakan kehendak terhadap negara-negara lain. Karena itu, setiap negara selalu bisa bergantung kepada militernya sebagai pilihan terakhir. Topik ini dijelaskan lebih lanjut dalam Theory of International Politics, buku yang menjabarkan teori politik internasional secara umum.