Makarim Wibisono juga sempat menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana dalam Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Masa Lalu (Tim PPHAM), sebuah tim yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menangani berbagai kasus pelanggaran berat hak asasi manusia yang terjadi pada masa lalu melalui mekanisme di luar pengadilan.[3]
Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman luas dalam isu hak asasi manusia dan diplomasi internasional. Makarim menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang hubungan internasional di UGM, kemudian melanjutkan studi pascasarjana di School of Advanced International Studies, Johns Hopkins University, Amerika Serikat.[4] Dalam karier diplomatiknya, Makarim pernah menjabat sebagai Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk wilayah Palestina. Pada tahun 2004, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia merangkap Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss.
Catatan kaki
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-20. Diakses tanggal 2012-08-16.