Lyncornis adalah sebuah genus burung cabak dalam subfamili Eurostopodinae. Genus ini diperkenalkan pada tahun 1838 oleh ahli ornitologi asal Inggris, John Gould, dengan Lyncornis cerviniceps sebagai spesies tipenya.[1] Takson ini sekarang dianggap sebagai subspesies dari burung cabak bertelinga besar (subfamili eurostopodinae).[2] Namanya berasal dari gabungan bahasa Yunani Kuno antara lunx atau lunkos ("lynx") dengan ornis ("burung").[3]
Spesies
Genus ini hanya mengandung dua spesies burung cabak:[4]
Sri Lanka, Bangladesh, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, & Vietnam
Kedua spesies ini dahulu ditempatkan dalam genus Eurostopodus. Keduanya dipindahkan ke genus ini yang dibangkitkan berdasarkan hasil studi filogenetika molekuler yang diterbitkan pada tahun 2010, yang menemukan perbedaan genetik yang besar antara Eurostopodinae dan spesies lain di Eurostopodus.[4][5]
↑Dickinson, E.C.; Remsen, J.V., Jr., ed. (2013). The Howard & Moore Complete Checklist of the Birds of the World. Vol.1: Non-passerines (Edisi 4th). Eastbourne, UK: Aves Press. hlm.86. ISBN978-0-9568611-0-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
↑Han, K.-L.; Robbins, M.B.; Braun, M.J. (2010). "A multi-gene estimate of phylogeny in the nightjars and nighthawks (Caprimulgidae)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 55 (2): 443–453. doi:10.1016/j.ympev.2010.01.023. PMID20123032.