Daerah pegunungan di wilayah ini memiliki karakteristik unik yang memengaruhi pola aliran air dan siklus hidrologis secara signifikan. Beberapa karakteristik tersebut meliputi topografi yang curam, hujan lebat, potensi banjir bandang, dan berbagai sumber air penting. Hidrologi pegunungan memiliki kaitan erat dengan konsep Daerah Aliran Sungai (DAS). Daerah Aliran Sungai adalah wilayah geografis di mana semua air hujan atau aliran air mengalir ke satu titik tertentu, biasanya sebuah sungai atau sungai utama.[4]
Luku Mondu merupakan aliran utama dalam sistem hidrologi daerah aliran sungai yaitu DAS Mondu yang memiliki luas daerah tangkapan air mencapai 398km2 (154sqmi). DAS Mondu adalah salah satu dari beberapa DAS utama yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur.