Pada tahun 1794, dia kembali ke Berlin. Dia juga mulai bertahan hidup dengan menulis. Dia berkontribusi dengan menulis beberapa cerita pendek pada 1795-1798 dengan serial Straussfedern, yang dipublikasikan oleh penerbit C.F. Nicolai dan aslinya dieditori J.K.A. Musäus.
Romantisme
Ludwig adalah bagian dari pujangga pada era awal pergerakan Romantisme Jerman, yaitu pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Romantisme adalah pergerakan intelektualitas dan artistik yang hadir pada akhir abad ke-18 di Eropa bagian barat. Pada perkembangannya, romantisme ini sebuah bentuk protes sosial menentang kaum bangsawan dan norma politik dari periode pencerahan. Ia juga merupakan sebuah reaksi dari penentangan secara alami.[5]
Baik dalam seni maupun sastra, romantisme menampilkan emosi kuat yang berasal dari pengalaman estetis dan menempatkan perhatian baru dalam banyak emosi, seperti ketakutan dan kegelisahan. Hal itu terungkap dari meningkatnya kesenian rakyat, bahasa, dan kebiasaan. Banyak aspek dari romantisme ini ditemukan dalam karya milik Ludwig.
Dia adalah seorang pendongeng andal. Karya terbaiknya memiliki kualitas dongeng atau Märchen yang mengungkapkan kekayaan rasa yang cukup bernilai.[6]
Karya-karya
Dia menerbitkan karya berjudul Volksmärchen von Peter Lebrecht sebanyak tiga volume pada 1797 dan satu novel berjudul Franz Sternbalds Wanderungen pada 1798. Karya-karyanya ini memperlihatkan perkembangan dia dalam dunia penulisan, terutama Romantisme Jerman.
Karakteristik awal Romantisme Jerman juga ditunjukkan dalam karya-karya Ludwig, yaitu Die Geschichte des Herrn William Lovell, tiga volume. (1795–96; “The Story of Mr. William Lovell”). Karyanya ini sebuah novel dalam bentuk surat.[6] Novel ini menjelaskan moral dari seorang intelektual muda yang tengah mengalami pergolakan batin. Kemudian, Karl von Berneck (1797), lima babak tragedi dalam abad-abad pertengahan, dan Franz Sternbalds Wanderungen, dua volume (1798), sebuah novel kehidupan yang artistik pada akhir abad pertengahan.
Ludwig juga menerbitkan serial drama yang berdasarkan dongeng-dongeng, yakni Ritter Blaubart (“Bluebeard”) dan Der gestiefelte Kater (“Puss in Boots”). Karya-karyanya ini merupakan parodi dari rasionalisme yang berlaku pada abad ke-18 masa pencerahan. Keduanya dipublikasikan dalam Volksmärchen (1797), dengan nama pena Peter Leberecht yang berarti "live right”. Salah satu novel pendek Ludwig yang terbaik dimuat dalam koleksi ini, Der blonde Eckbert (“Fair Eckbert”). Sebuah cerita fantastis tentang ketegangan dan obsesi terhadap ketakutan. Karya ini dipuji oleh Friedrich von Schlegel.
Pada 1799 Ludwig memublikasikan terjemahan dari karya Shakespeare, The Tempest. Dia lalu membuat terjemahan dari Don Quixote yang dipublikasikan pada 1799–1801. Karya awalnya terkulminasi grotesque, drama lirih Leben und Tod der heiligen Genoveva (1800; “The Life and Death of the Holy Genevieve”) dan Kaiser Octavianus (1804).
Tahun 1801, Tieck pergi ke Dresden. Dia juga menghabiskan beberapa bulan di Italia.[1] Dia memublikasi terjemahan Minnelieder aus der schwäbischen Vorzeit pada 1803. Pada tahun 1811, dia mengoleksi dan menerjemahkan dua volume dari drama Elizabethan, menerbitkan edisi baru dari drama Jerman abad ke-16 dan 17. Dia juga bertindak sebagai penasihat penerjemahan Shakespeare oleh August von Schlegel. Dia juga memublikasi karya penulis Jerman kontemporer lainnya, seperti Novalis dan Heinrich von Kleist.
Dari tahun 1812 hingga 1817, dia membuat koleksi tiga volume dari karya-karya awalnya yang berupa drama dan cerita dengan judul “Phantasus”. Di dalam koleksi ini ditampilkan kisah Der Runenberg, Die Elfen, Der Pokal, dan dongeng dramatis, Fortunat. Tahun 1817, Ludwig mengunjungi Inggris untuk mengumpulkan materi mengenai Shakespeare. Sayangnya, tidak pernah ia selesaikan.
Ludwig tinggal secara permanen di Dresden sejak tahun 1819. Dari tahun 1825 hingga 1842, Ludwig menjadi penasihat dan kritikus di Dresden. Selama masa itu, dia menjadi sastrawan legendaris terbaik yang masih hidup setelah Johann Wolfgang von Goethe.[6]
Karyanya yang berupa puisi dramatis memberikan dia sebuah reputasi yang melebihi wilayah Saxon. Tidak itu saja, serial dari cerita-cerita pendeknya yang dia mulai publikasikan pada 1822 juga menuai popularitas bagi dirinya di kancah yang lebih luas.
Pada kehidupan selanjutnya, Ludwig sangat produktif dalam berkarya dan membawa beragam aktivitas kesastraan.[7] Energi kreatifnya kembali hadir. Dia lalu beralih dari karya fantasi seperti karya-karya pada awal kariernya kepada karya yang materinya ia temukan dalam kelas masyarakat menengah kontemporer dan sejarah. Dia menghasilkan 40 novel pendek selama periode itu.
Selain itu, dia juga menulis Dichterleben (“A Poet’s Life”; bagian pertama, 1826 dan bagian kedua, 1831) yang memfokuskan pada kehidupan awal Shakespeare, dan novel sejarah berjudul Vittoria Accorombona (1840; "The Roman Matron"). Penerjemahan terhadap karya-karya dari Cervantes serta karya yang diedit oleh Heinrich von Kleist pun dilakukannya.